Sekjen NATO akan Targetkan Anggaran Pertahanan Capai 5% dari PDB

Jakarta, IDM – Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte mengatakan bahwa ia akan berencana untuk menambah anggaran pertahanan hingga mencapai 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) masing-masing negara anggota aliansi.
Setelah pertemuan menteri pertahanan anggota NATO di Brussels, Rutte mengatakan bahwa aliansi itu sepakat perlunya investasi lebih banyak dalam pertahanan. Dengan demikian, aliansi itu akan mendiskusikan rencana anggaran pertahanan baru sebesar 5% dari PDB.
Baca Juga: Palestina Kecam Veto AS atas Resolusi DK PBB
"Saya akan mengusulkan rencana investasi menyeluruh yang totalnya 5% dari PDB untuk investasi pertahanan. 3,5% dari PDB untuk belanja inti pertahanan. Ini berdasarkan pada dana yang diperlukan untuk memenuhi target kemampuan baru yang baru saja disetujui para Menteri (anggota NATO). Dan 1,5% dari PDB per tahun untuk investasi terkait pertahanan dan keamanan seperti infrastruktur dan industri," ungkap Rutte melansir Nato.int, Jumat (6/6).
Ia menegaskan bahwa hal ini akan berlaku bagi semua sekutu, termasuk Amerika Serikat (AS). Ia yakin kesepakatan akhir akan dicapai sebelum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Den Haag pada 24-25 Juni mendatang.
Baca Juga: Peringati International Day UN Peacekeepers, Satgas INDORDB 39-F/MONUSCO Gelar Kegiatan Sosial
Menurutnya, anggaran akan diprioritaskam untuk mengakuisisi lebih banyak sistem persenjataan jarak jauh, pertahanan udara, dan kendaraan tempur. Adapun, NATO saat ini berkomitmen menggelontorkan 2% dari PDB untuk pertahanan. Namun, hanya 23 dari 32 negara anggota yang mencapai target itu pada 2024. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































