Cina Sebut Kapal Filipina Memasuki Salah Satu Wilayah di LCS Secara Ilegal

Jakarta, IDM - Otoritas militer Cina mengatakan bahwa sebuah kapal militer Filipina telah “memasuki secara ilegal" perairan dekat Scarborough Shoal tanpa izin. Filipina didesak untuk segera menghentikan provokasinya.
“Kami mendesak pihak Filipina untuk segera menghentikan pelanggaran dan provokasinya, dan dengan sungguh-sungguh menghindari eskalasi lebih lanjut,” kata Tian Junli, juru bicara Komando Teater Selatan Tentara Cina, melansir Reuters, Selasa (31/10).
Baca Juga: Militer Korsel Sebut Telah Membantu Kapal Korut yang Terdampar
Scarborough Shoal merupakan bagian dari klaim tumpang tindih antara Cina dan Filipina di Laut Cina Selatan (LCS). Keduanya pun telah beberapa kali terlibat konfrontasi di wilayah itu. Terbaru, mereka saling tuding mengenai tabrakan antara kapal penjaga pantai Cina dan kapal dari Filipina.
“Tindakan pihak Filipina telah melanggar kedaulatan Cina dan hukum internasional serta norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional, dan rentan terhadap kesalahpahaman dan kesalahan perhitungan,” imbuh Tian.
Baca Juga: Bantuan Kemanusiaan Tersendat, Pengadilan Kriminal Internasional Peringatkan Israel
Tian menegaskan pihaknya akan terus memantau, memperingatkan, dan memblokir kapal yang melakukan tindakan ilegal atau pelanggaran sesuai dengan hukum. Sebelumnya, Kemenlu Cina juga memperingatkan Filipina untuk berhenti melakukan provokasi di LCS. Tindakan itu disebutnya mengancam perdamaian dan stabilitas regional. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































