Militer Korsel Sebut Telah Membantu Kapal Korut yang Terdampar

Jakarta, IDM - Kapal patroli militer Korea Selatan (Korsel) memberikan 'bantuan kemanusiaan' ke sebuah kapal Korea Utara (Korut) yang terdampar di dekat perbatasan maritim kedua negara selama 10 hari.
Dilansir dari Yonhap, Senin (30/10), Joint Chief of Staff (JCS) Korsel mengatakan pihaknya mendeteksi sebuah kapal tak dikenal di perairan lepas pantai timur Korsel pada beberapa waktu lalu. Kapal Korut itu disebut berlayar sekitar 3 km dari Garis Batas Utara bagian timur antar Korea. JCS akhirnya memutuskan untuk mengirim sebuah kapal patroli untuk melakukan inspeksi secara langsung.
Baca Juga: Zelensky: Rusia Kehilangan Sekitar Satu Brigade Saat Mencoba Rebut Avdiivka
"Orang-orang Korut yang berada di kapal itu mengatakan mereka telah terapung selama 10 hari dan ingin kembali ke tanah air mereka, meminta bantuan makanan dan air," kata JCS.
Usai melihat kondisi awak kapal, JCS segera menyediakan bantuan berupa makanan dan air atas dasar kemanusiaan. Pihak Korsel juga telah mengabarkan mengenai situasi itu ke Korut melalui Komando PBB dan saluran komunikasi laut internasional.
Baca Juga: Korsel-AS Gelar Latihan Drone dan Sensor Laser Militer
“Korut juga diberitahu melalui komando PBB dan jaringan komunikasi laut internasional sehingga mereka bisa menyelamatkan kapal Korut yang berada dalam bahaya,” imbuhnya.
Insiden ini terjadi lima hari setelah Korsel juga mengamankan sebuah kapal Korut yang membawa empat orang terduga pembelot. Mereka berupaya melintasi garis perbatasan menuju perairan Korsel. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































