Bantuan Kemanusiaan Tersendat, Pengadilan Kriminal Internasional Peringatkan Israel

Jakarta, IDM - Jaksa penuntut utama Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), Karim Khan, mengatakan bahwa Israel harus melakukan “upaya nyata” untuk memastikan warga sipil mendapatkan makanan pokok dan obat-obatan. Sebab, menghambat masuknya pasokan bantuan ke Gaza, bisa dikategorikan sebagai kejahatan di bawah yurisdiksi ICC.
"Seharusnya tidak ada hambatan bagi pasokan bantuan kemanusiaan untuk anak-anak, perempuan dan laki-laki, warga sipil,” kata Khan melansir dari Al Jazeera, Senin (30/10).
Baca Juga: Korsel-AS Gelar Latihan Drone dan Sensor Laser Militer
Khan melanjutkan, hak warga sipil itu diatur berdasarkan Konvensi Jenewa terkait kemanusiaan internasional. Sehingga, wajib bagi pihak terkait yang sedang berkonflik untuk menjamin pasokan logistik tersalurkan dengan baik.
"Hak-hak ini merupakan bagian dari Konvensi Jenewa, dan bahkan menimbulkan tanggung jawab pidana ketika hak-hak ini dibatasi berdasarkan Statuta Roma," jelasnya.
Baca Juga: Militer Korsel Sebut Telah Membantu Kapal Korut yang Terdampar
Khan juga berharap dapat mengunjungi Jalur Gaza dan Israel. Utusan ICC juga disebut melakukan penyelidikan untuk memastikan pemenuhan hak-hak para warga sipil tersebut.
“Kami secara independen melihat situasi di Palestina, juga kami melihat kejadian di Israel," imbuhnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































