Cina Sebut Kapal Angkatan Laut AS Masuki Perairan Teritorial Tanpa Izin

Jakarta, IDM - Cina mengatakan kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah melanggar batas dan memasuki perairan yang berdekatan dengan Second Thomas Shoal, sebuah wilayah sengketa di Laut Cina Selatan.
Dilansir dari Mod.gov.cn, laman resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan) Cina, Senin (4/12), Angkatan Laut Cina mendeteksi dan memantau kapal perang USS Gabrielle Giffords yang secara ilegal memasuki perairan dekat Second Thomas Shoal, wilayah yang sangat jauh dari daratan AS.
Baca Juga: Filipina Sebut Kapal Milisi Cina Berkerumun di Wilayah Laut Cina Selatan
“Cina mempunyai kedaulatan yang tak terbantahkan atas pulau-pulau di Laut Cina Selatan dan perairan di sekitarnya,” kata juru bicara Komando Teater Selatan Angkatan Bersenjata Cina, Tian Junli.
Junli menegaskan, pasukannya akan selalu mempertahankan postur kekuatan dan siap siaga melindungi kedaulatan Cina sekaligus menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan.
Baca Juga: Korut Resmikan Instansi Khusus Operasi Satelit Pengintai Militer
Second Thomas Shoal yang disebut Cina sebagai Renai Reef, merupakan bagian dari Kepulauan Spratly. Berdasarkan keputusan arbitrase internasional tahun 2016, wilayah itu terletak dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina dan klaim nine dash line Cina tidak sesuai hukum internasional. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































