Cina Kecam Perluasan Militer AS di Filipina

Jakarta, IDM – Cina memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) telah mengancam perdamaian regional dalam kesepakatan terkait memperluas akses pasukan ke pangkalan militer di Filipina. Kesepakatan tersebut akan membuat AS beroperasi dan berpatroli di pulau dekat Laut Cina Selatan.
“Fakta sangat jelas bahwa AS telah meningkatkan pengerahan militernya yang didorong oleh mentalitas zero-sum dalam mengejar kepentingan pribadi. Ini hanya akan menyebabkan lebih banyak ketegangan dan lebih sedikit perdamaian maupun stabilitas di kawasan regional,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina Mao Ning melansir Fmprc.gov.cn, Rabu (5/4).
Baca Juga: Hadapi Ekspansi NATO, Rusia Perkuat Pertahanan Militer
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tidak dapat dipungkiri, tindakan AS akan menimbulkan tanggapan tegas berupa meningkatkan postur pertahanan dari negara-negara di kawasan termasuk Cina.
“Negara-negara di kawasan perlu memikirkan apa yang tepat untuk kawasan sehingga dapat membuat pilihan menciptakan perdamaian dan stabilitas regional,” jelasnya.
Baca Juga: Balon Pengintai Cina Diduga Mampu Kirim Data Intelijen Secara Langsung
Sebelumnya, AS dan Filipina mengumumkan empat lokasi pangkalan militer tambahan yang akan digunakan oleh pasukan AS sebagai bagian dari perjanjian Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA). Melalui EDCA, pasukan AS memiliki akses ke sejumlah pangkalan militer Filipina sekaligus digunakan sebagai pusat gugus tugas gabungan.
Dari total sembilan lokasi, Pangkalan Udara Basa di Pulau Luzon, yang berdekatan dengan Pulau Taiwan, telah sepakat untuk direnovasi melalui dana bantuan AS senilai $25 juta. Selain itu, Pangkalan Udara di Pulau Balabac, ujung selatan Pulau Palawan, berada dekat dengat wilayah sengketa Laut Cina Selatan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































