Cina Desak AS Tinggalkan Mentalitas Perang Dingin dan Kurangi Jumlah Senjata Nuklir

Jakarta, IDM – Pemerintah Cina mendesak Amerika Serikat (AS) menghentikan mentalitas Perang Dingin dengan mengurangi jumlah persenjataan nuklir dan proliferasi teknologi nuklir.
Dilansir dari Mod.gov.cn, Kamis (12/9), juru bicara Kementerian Pertahanan Cina Wu Qian juga mendesak AS berhenti memperluas aliansi nuklir dan menuduh Cina telah meningkatkan ancaman nuklir.
Baca Juga: Presiden Iran Kecam Dukungan Barat ke Israel
"Cina dengan tegas menentang AS yang memperluas persenjataan nuklirnya dan mengabaikan tanggung jawab untuk pelucutan senjata nuklir dengan dalih ancaman nuklir Cina yang tidak nyata," kata Qian.
Ia menegaskan, Cina menerapkan strategi nuklir untuk pertahanan diri, dengan mempertahankan kekuatan nuklir pada tingkat minimum yang diperlukan.
Baca Juga: Korut Luncurkan Rudal Balistik Jarak Pendek ke Laut Timur
Sementara, kata dia, AS telah berinvestasi untuk menggunakan senjata nuklir di medan tempur dan menerapkan standar ganda pada proliferasi nuklir, yang sangat mengancam stabilitas strategis global.
Kami mendesak AS untuk meninggalkan "mentalitas Perang Dingin, lebih lanjut mengurangi persenjataan nuklirnya secara substantif, menghentikan proliferasi material dan teknologi nuklir, menahan diri dari memperluas pencegahan nuklir atau memperluas aliansi nuklir, dan mengambil tindakan konkret untuk mempromosikan stabilitas strategis global," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































