CENTCOM: Selat Hormuz Terbuka bagi Kapal Komersial

Jakarta, IDM – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa kapal-kapal komersial tetap dapat melintasi Selat Hormuz. Pihaknya terus membantu kapal untuk melintasi jalur itu dengan aman.
"Rute selatan melintasi Selat Hormuz tetap bebas dan terbuka bagi semua kapal komersial yang hendak melintasi jalur air internasional tersebut. Selama tiga bulan terakhir, pasukan AS telah membantu lebih dari 1.000 kapal melintasi selat itu dengan sukses di tengah agresi Iran yang tidak berdasar, dan pelintasan semacam itu terus berlangsung hingga saat ini," tulis CENTCOM melalui platform X, Rabu (5/8).
Baca Juga: Iran-Oman Semakin Dekat Capai Kesepakatan Terkait Hormuz
Adapun, rute selatan Selat Hormuz merujuk pada koridor pelayaran melintasi perairan Oman (Semenanjung Musandam), yang umumnya digunakan kapal bergerak keluar meninggalkan Teluk Persia.
Hal itu diungkapkan setelah Presiden Donald Trump memperingatkan akan menghantam Iran dengan keras jika mereka enggan berunding dan kesepakatan gagal dicapai. Ia menegaskan kembali bahwa Teheran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir.
Baca Juga: Iran Peringatkan Takkan Tolerir Blokade AS
Sebelumnya, ia juga menyebut Teheran bermuka dua karena tidak bernegosiasi, dan blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku "kecuali tercapai kesepakatan, atau penyerahan total".
Juru Bicara Kemlu Qatar Majed al-Ansari, mengatakan bahwa fokus para mediator termasuk Pakistan, dan Oman adalah meredam konflik dan menghidupkan kembali perundingan antara AS-Iran.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































