Belarusia Kerahkan Sepertiga Pasukan Bersenjata ke Perbatasan Ukraina

Jakarta, IDM - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan bahwa hampir sepertiga pasukannya telah dikerahkan di sepanjang perbatasan dengan Ukraina sejak beberapa waktu lalu.
Dilansir dari DW, Senin (19/8), Lukashenko menyebut hal itu dilakukan untuk menanggapi tindakan Ukraina yang mengerahkan lebih dari 120.000 pasukan ke perbatasan dengan Belarusia sepanjang 1.084 kilometer. Sementara, jumlah pasukan Belarusia diperkirakan sekitar 60.000 orang.
Baca Juga: Perundingan Gencatan Senjata Gaza akan Dilanjut Minggu Depan
"Melihat kebijakan agresif mereka, kami telah mengerahkan dan menempatkan di titik-titik tertentu. Jika terjadi perang, mereka akan menjadi pertahanan militer kami di sepanjang perbatasan," kata Lukashenko dalam sebuah wawancara dengan televisi lokal Rusia.
Namun, ia tidak memberikan bukti apa pun untuk mendukung klaimnya tentang pengerahan pasukan Ukraina. Ia menuduh Ukraina berencana untuk menyerang negaranya.
Baca Juga: Presiden Ukraina Ungkap Tujuan Serangan ke Kursk Rusia
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Belarusia Viktor Khrenin juga mengatakan Ukraina kemungkinan besar akan melakukan provokasi bersenjata. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































