Perundingan Gencatan Senjata Gaza akan Dilanjut Minggu Depan

Jakarta, IDM – Perundingan gencatan senjata Gaza akan dilanjutkan pada Minggu depan guna mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hamas serta membebaskan para tawanan perang.
Dalam pernyataan bersama, Amerika Serikat (AS), Qatar, dan Mesir mengatakan bahwa mereka telah mengajukan proposal baru yang disusun berdasarkan poin-poin kesepakatan selama seminggu terakhir.
"Jalan menuju hasil itu kini telah ditetapkan, menyelamatkan nyawa, membawa kelegaan bagi rakyat Gaza, dan meredakan ketegangan regional," tulis pernyataan bersama tersebut melansir Whitehouse.gov, Sabtu (17/8).
Baca Juga: Lebih dari 40.000 Warga Palestina Tewas, OHCHR: Israel Gagal Patuhi Aturan Perang
Perundingan terakhir pada Kamis lalu dilaporkan tidak dihadiri oleh perwakilan militan Hamas tetapi mereka terus diberi informasi tentang progres negosiasi tersebut.
Selain itu, pejabat senior Hamas Osama Hamdan mengatakan bahwa pihaknya hanya akan berpartisipasi jika perundingan difokuskan pada penerapan proposal yang diuraikan oleh Presiden AS Joe Biden pada bulan Mei lalu.
Hamas menuntut agar Israel sepenuhnya mengakhiri pendudukan di Gaza. Namun, Israel bersikeras ingin mempertahankan kehadiran militer di dua wilayah strategis di Gaza usai gencatan senjata.
Baca Juga: Pesawat Tempur Rafale Prancis Tabrakan, Dua Pilot Tewas
Kesulitan lainnya dalam mencapai kesepakatan termasuk jumlah dan identitas tawanan Palestina yang akan dibebaskan bersama dengan tawanan Israel hingga kendali atas perbatasan antara Gaza dan Mesir.
Kendati demikian, para mediator mengatakan bahwa perundingan pada minggu depan akan membahas secara spesifik implementasi kesepakatan tersebut.
Baca Juga: Rusia Sebut Serangan Ukraina ke Kursk Picu Perang Global
"Para pejabat senior dari pemerintahan kita akan berkumpul kembali di Kairo sebelum akhir minggu depan dengan tujuan untuk menyelesaikan kesepakatan berdasarkan ketentuan yang diajukan," katanya.
"Sudah saatnya untuk membebaskan para sandera dan tahanan, memulai gencatan senjata, dan melaksanakan perjanjian ini," tambahnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































