Belarusia Gelar Latihan Militer di Perbatasan Ukraina

Jakarta, IDM - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Belarusia mengatakan bahwa angkatan bersenjatanya telah menggelar latihan militer di wilayah yang berbatasan dengan Ukraina dan anggota Uni Eropa, Lituania dan Polandia.
Baca Juga: Serpihan Drone Rusia Ditemukan di Rumania
Dilansir dari Mil.by, laman resmi Kemhan Belarusia, Selasa (2/4), latihan itu digelar selama tiga hari di wilayah Gomel dan Grodno. Tujuannya untuk melatih para pasukan pertahanan dalam mempertahankan wilayah perbatasan sekaligus bertindak ketika mengalami ancaman militer.
"Latihan berfokus untuk menilai kesiapan komandan satuan militer pasukan teritorial dalam melaksanakan tugas latihan tempur, serta melatih personel dalam melaksanakan tugasnya menjaga pertahanan," kata Kemhan Belarusia.
Baca Juga: Korut Luncurkan Rudal Balistik Jarak Menengah
Belarusia merupakan sekutu Rusia dan mendukung operasi militernya ke Ukraina. Oleh sebab itu, hubungan Belarusia meregang dengan beberapa negara tetangganya termasuk Ukraina selama beberapa tahun terakhir. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































