INTERNASIONAL

Bantuan ke Gaza Mulai Masuk Dari Perbatasan Mesir

Palestine
Bantuan kemanusiaan yang mengantri untuk masuk ke Gaza melalui Mesir. (Foto: Dok. X/Martin Griffiths)

Jakarta, IDM - Pos perbatasan Rafah yang memisahkan Mesir dan Gaza mulai dibuka untuk mengalirkan bantuan kemanusiaan bagi sekitar 2,4 juta warga sipil yang terjebak di wilayah konflik.

Dilansir dari Al Jazeera, Minggu (22/10), jalur Rafah dibuka sejak Sabtu pagi waktu setempat tetapi hanya mengizinkan 20 truk untuk masuk dan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Sementara, lebih dari 200 truk yang membawa sekitar 3.000 ton bantuan telah menunggu di dekat pos perbatasan selama berhari-hari.

Baca Juga: AS Sebut Cina Miliki Lebih dari 500 Hulu Ledak Nuklir

“Konvoi bantuan bantuan yang masuk hari ini mencakup 20 truk yang membawa obat-obatan, perbekalan medis, dan persediaan makanan (kaleng) dalam jumlah terbatas,” kata Hamas.

Martin Griffiths selaku koordinator bantuan darurat PBB, menyambut baik pengiriman bantuan tersebut. Menurutnya, perlu proses negosiasi yang intens dengan semua pihak terkait untuk memastikan bahwa bantuan ke Gaza dapat melintas dengan cepat dan aman.

“Saya yakin bahwa pengiriman ini akan menjadi awal dari upaya berkelanjutan untuk menyediakan pasokan penting termasuk makanan, air, obat-obatan dan bahan bakar kepada masyarakat Gaza, dengan cara yang aman, dapat diandalkan, tanpa syarat dan tanpa hambatan,” kata Griffiths.

Baca Juga: Cina Sangkal Laporan AS Soal Jumlah Hulu Ledak Nuklir

Rafah merupakan satu-satunya akses ke Gaza yang tidak dikendalikan oleh Israel. Namun, akses itu awalnya ditutup karena berbahaya untuk dilewati di tengah serangan udara tiada henti antara Israel dan Hamas.

Semenjak memuncaknya konflik Hamas dan Israel pada 7 Oktober lalu, akses perbatasan ke Gaza telah diblokade total. Hal itu menyebabkan jutaan warga di Gaza kekurangan air dan makanan. Pihak rumah sakit pun mengaku kehabisan pasokan medis dan bahan bakar untuk generator darurat di tengah pemadaman listrik di seluruh wilayah. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.