INTERNASIONAL

Bantah Negosiasi dengan AS, Iran: Situasi di Selat Hormuz tak Berubah

Esmaeil Baghaei
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei (Foto: Dok. Spesial)

Jakarta, IDM – Iran menyatakan bahwa mereka tidak sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) tetapi bekerja sama dengan Oman untuk mewujudkan navigasi maritim yang aman di Selat Hormuz.

“Saat ini kami tidak sedang melakukan negosiasi dengan AS. Sebaliknya, kami sedang bekerja sama, berkoordinasi dengan Oman, untuk menentukan rute lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz sesegera mungkin,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei melansir Fars News, Senin (3/8).

Baghaei menyebut diskusi itu berpusat pada pembuatan koridor navigasi sementara yang mempertimbangkan kepentingan kedua negara pesisir. Keduanya menjajaki penggabungan jalur selatan melalui perairan Oman dan jalur utara melalui perairan teritorial Iran menjadi satu koridor transit dua arah.

Baca Juga: Komite Ini Siap Kelola Gaza Pascakonflik

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengklaim pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan Iran mulai hari ini, seraya optimis bahwa kesepakatan tentang Selat Hormuz dan "denuklirisasi Iran" dapat segera tercapai.

Baghaei juga menegaskan, blokade di Selat Hormuz bukan karena perselisihan antara Iran dan Oman, tetapi sebagai akibat dari agresi AS yang dimulai pada 28 Februari 2026.

"Selama blokade angkatan laut AS dan tindakan permusuhan berlanjut, dan selama Washington terus melanggar komitmennya, situasi di Selat Hormuz akan tetap tidak berubah,” katanya.

Baca Juga: Presiden Lebanon Kecam Serangan Israel yang Langgar Kesepakatan

Selama 8 Juli dan 24 Juli, AS dan Iran saling melancarkan serangan militer walaupun keduanya telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Juni 2026. MoU seharusnya membuka ruang untuk mencapai kesepakatan komprehensif tetapi pembicaraan kemudian terhenti karena perbedaan pandangan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.

Iran bersikeras bahwa AS telah melanggar kesepakatan terkait pengelolaan jalur strategis tersebut. Sedangkan, AS mengklaim operasi militer di selat guna memastikannya tetap terbuka bagi kapal-kapal komersial.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.