INTERNASIONAL

Komite Ini Siap Kelola Gaza Pascakonflik

Situasi Gaza akibat konflik
Situasi akibat konflik di Gaza pada Mei lalu. (Foto: Dok. X/@UNRWA)

Jakarta, IDM – Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (National Committee for the Administration of Gaza/NCAG) menyatakan bahwa mereka siap untuk mengambil alih tanggung jawab pemerintahan dan mengelola wilayah tersebut.

Melalui platform X @NGAC, Jumat (31/7), komite itu menyambut baik kemajuan peta jalan menuju fase kedua gencatan senjata Gaza. Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya dilaporkan menyepakati dokumen yang memuat rencana perlucutan senjata dan rekonstruksi wilayah tersebut.

Baca Juga: Hamas Tegas Takkan Lucuti Senjata hingga Israel Angkat Kaki dari Gaza

"Perkembangan ini merupakan tonggak penting bagi rakyat kami di Jalur Gaza. Setelah bertahun-tahun konflik, kehancuran, dan ketidakpastian, prioritas saat ini adalah menerjemahkan kemajuan ini ke dalam langkah-langkah praktis yang berdampak nyata pada kehidupan sehari-hari warga," tulis NGAC.

NCAG juga mengatakan telah menyelesaikan "persiapan kelembagaan dan operasional yang ekstensif" dalam beberapa bulan terakhir untuk mengambil alih administrasi Gaza, memulihkan layanan publik penting, memperkuat supremasi hukum, memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan, dan memimpin pemulihan dan rekonstruksi.

Misi NGAC sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, yakni membangun pemerintahan di bawah "satu otoritas, satu hukum, dan satu aparat keamanan," melalui administrasi yang berbasis pada efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.

"Keberhasilan fase ini bergantung terutama pada kemitraan nasional Palestina, dan integrasi peran antara lembaga-lembaga nasional, pemerintah daerah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil karena hal-hal tersebut merupakan pilar penting bagi administrasi dan pemulihan Gaza," katanya.

Baca Juga: AS Bantah Rudal Balistik Iran Hancurkan Pesawat Tempur F-35

Komite itu akan memprioritaskan pemulihan lembaga publik, peningkatan kondisi kemanusiaan, penguatan keamanan publik, dan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan serta peluang ekonomi.

"Tujuan kami tidak terbatas pada membangun kembali apa yang telah dihancurkan oleh perang, tetapi meluas lebih jauh untuk berkontribusi dalam membangun Gaza yang aman, stabil, dan makmur, yang diperintah melalui lembaga-lembaga Palestina yang sah, berlandaskan pada supremasi hukum, dengan cara yang menjunjung tinggi hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara," jelasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.