INTERNASIONAL

AS Tuduh Rusia Berencana Serang Kapal Pengangkut Biji-bijian di Laut Hitam

Kapal pengangkut biji-bijian dari Ukraina
Kapal pengangkut biji-bijian dari Ukraina. (Foto: Dok. Saltwire)

Jakarta, IDM - Otoritas Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa Rusia kemungkinan besar sedang mempersiapkan serangan terhadap kapal komersil di Laut Hitam. Langkah itu disebut dapat mempersulit situasi keamanan global khususnya terkait pemenuhan stok pangan.

Dilansir dari AP, Kamis (20/7), peringatan itu dilontarkan oleh juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih Adam Hodge. Ia menyebut, Rusia kini berupaya untuk menekan tidak hanya menekan Ukraina tetapi juga banyak negara lain yang membantunya.

Baca Juga: Selandia Baru Khawatir Dominasi Cina Rusak Stabilitas Keamanan di Pasifik

Hodge menjelaskan, sejak Rusia menangguhkan kesepakatan biji-bijian atau grain deal di Laut Hitam, negara beruang merah itu telah menyerang pelabuhan ekspor Ukraina dengan drone kamikaze. Serangan itu setidaknya telah menghancurkan sekitar 60.000 ton biji-bijian yang akan dikirim ke banyak negara.

"Informasi kami menunjukkan bahwa Rusia meletakkan ranjau laut tambahan di dekat pelabuhan Ukraina," kata Hodge.

Lebih lanjut, Hodge menyebut Rusia telah secara diam-diam menyebarkan banyak ranjau laut di sekitar pelabuhan. Hal itu dilakukan agar seakan-akan Ukraina lah yang bertanggung jawab atas rusaknya kapal yang mengangkut biji-bijian tersebut.

Baca Juga: Korut Luncurkan Dua Rudal Balistik Setelah Kapal Selam AS tiba di Korsel

“Kami percaya bahwa ini adalah upaya terkoordinasi untuk menjustifikasi setiap serangan terhadap kapal sipil di Laut Hitam yang kemudian menyalahkan Ukraina atas serangan itu,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia telah menyatakan perairan internasional di bagian barat laut dan tenggara Laut Hitam dalam keadaan "berbahaya untuk sementara". Mereka menyebut jalur itu telah digunakan untuk menyelundupkan kargo berupa bantuan militer untuk Ukraina. Itulah sebabnya Rusia menarik diri dari kesepakatan biji-bijian. Kendati demikian, pihak Ukraina berjanji untuk tetap melanjutkan ekspor biji-bijian meskipun Rusia menarik diri dari kesepakatan tersebut. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.