AS Klaim Serangan Balasan Iran Berkurang hingga 90%

Jakarta, IDM – Serangan rudal Iran terhadap Amerika Serikat (AS) dan sekutunya telah menurun hingga 90% sejak konflik dimulai pada pekan lalu.
"Serangan rudal balistik balasan mereka terhadap Amerika Serikat dan sekutu kami di kawasan ini telah menurun 90% hanya dalam enam hari terakhir," kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, melansir Fox News, Sabtu (7/3).
Baca Juga: Konflik Terus Berkecamuk, WNI di Iran Mulai Dievakuasi
Ketegangan di Timur Tengah telah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada Sabtu (28/2). Otoritas Iran melaporkan, serangan itu telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, pejabat militer senior dan ratusan anak-anak.
Iran membalas dengan serangan ke Israel dan pangkalan militer AS maupun fasilitas diplomatik di berbagai negara sekutu. Dilaporkan sebanyak enam anggota militer AS telah tewas akibat konflik.
Lebih lanjut, Leavitt menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump akan berkunjung ke Pangkalan Angkatan Udara Dover di Delaware untuk menghadiri upacara pemindahan jenazah anggota militer yang gugur tersebut.
Baca Juga: Presiden Portugal Kunjungi Minusca, DFC Mayjen TNI Asmi: Kontribusi Pasukan Sangat Penting
Menyoroti kenaikan harga minyak akibat ketidakstabilan regional, Leavitt mengatakan AS tetap fokus pada "jangka pendek dan tujuan sementara Operasi Epic Fury guna melenyapkan rezim Iran."
"Itu akan menjadi hal yang sangat baik bagi pasar energi dan minyak serta harga minyak di seluruh dunia dalam jangka panjang, ketika Anda tidak lagi memiliki rezim teroris yang membatasi arus bebas energi," jelasnya. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































