AS Kirim Amunisi Sitaan dari Iran ke Ukraina

Jakarta, IDM- Amerika Serikat (AS) telah mengirim lebih dari 1 juta amunisi yang disita dari Iran ke Ukraina. Amunisi itu disebut sitaan dari kapal Iran yang akan dikirim kelompok teroris Houthi di Yaman.
Dilansir dari laman resmi US Central Command (Centcom), Kamis (5/10), CENTCOM mengklaim telah secara resmi memiliki amunisi ini sejak Juli 2023, melalui tuntutan penyitaan perdata di Departemen Kehakiman AS.
Baca Juga: Inggris Gelontorkan Kontrak Senilai £4 miliar untuk Bangun Kapal Selam Nuklir SSN-AUKUS
"Pemerintah AS mentransfer sekitar 1,1 juta peluru 7,62 mm ke angkatan bersenjata Ukraina," tulis Centcom.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa amunisi itu awalnya disita oleh pasukan angkatan laut Centcom dari kapal tanpa kewarganegaraan dhow MARWAN 1 yang sedang transit pada 9 Desember 2022. Penyitaan itu dilakukan bersama pasukan mitra regional di rute yang sering digunakan untuk menyelundupkan senjata ke Houthi.
"Amunisi tersebut dipindahkan dari kelompok teroris Iran IRGC ke Houthi di Yaman dan melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2216," katanya.
Baca Juga: Turki Tangkap Puluhan Orang Terduga Kelompok Teroris
Centcom sendiri telah berkali-kali melakukan penyergapan terhadap kapal serupa yang membawa senjata ilegal. Sebelumnya pada Januari lalu, AS membantu pasukan Prancis menyita tiga ribu senapan serbu kiriman Iran ke Yaman, termasuk 23 peluru kendali anti-tank.
"Dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata mengancam keamanan internasional dan regional, pasukan kita, personel diplomatik, dan warga negara di kawasan, serta mitra-mitra kita. Kami akan terus melakukan apa pun yang kami bisa untuk menjelaskan dan menghentikan aktivitas Iran yang mengganggu stabilitas," pungkas Centcom. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































