Andi Rahadian Emban Misi Diplomasi di Oman-Yaman, Navigasi Konflik dan Dinamika Timur Tengah

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Andi Rahadian sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kesultanan Oman merangkap Republik Yaman.
Upacara pelantikan digelar di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4).
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Supremasi Hukum jadi Pilar Utama Negara, Ingatkan Bahaya “Hukum Rimba”
Usai pelantikan, Andi berjanji akan melaksanakan tugas untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Oman dan Yaman di berbagai sektor strategis.
Selain itu, ia juga meminta dukungan doa dari masyarakat agar dapat menjalankan tugas diplomatiknya demi kepentingan bangsa dan negara.
Andi juga menyatakan kesiapannya untuk turut membantu komunikasi RI dengan Iran terkait Selat Hormuz.
Diketahui, Selat Hormuz menjadi sorotan akibat ketegangan geopolitik. Jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi dan logistik paling krusial di dunia, termasuk bagi Indonesia.
“Kami akan melaksanakan semua arahan dan perintah yang diberikan oleh pusat. Insya Allah akan kami jalankan sebaik-baiknya sesampainya kami bertugas di Muscat,” pungkasnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































