935 Orang Tewas akibat Serangan Israel ke Iran

Jakarta, IDM – Pemerintah Iran melaporkan bahwa 935 orang tewas akibat serangan Israel ke berbagai wilayah Iran dalam konflik selama 12 hari. Korban tewas termasuk 132 wanita dan 38 anak-anak.
Konflik pecah ketika Israel meluncurkan serangan udara ke beberapa titik di Iran termasuk tiga fasilitas nuklir pada 13 Juni lalu. Agresi itu dibalas oleh Iran dan saling serang terus berlangsung selama 12 hari hingga diterapkannya gencatan senjata pada 24 Juni, usai dimediasi oleh Qatar.
Baca Juga: Mesir Tengah Intensifkan Upaya Capai Gencatan Senjata 60 Hari di Gaza
"Sejauh ini, 935 warga negara telah tewas dalam agresi Israel terhadap Iran, termasuk 38 anak-anak dan 102 wanita. Dalam perang yang agresif dan tidak adil ini, warga sipil yang tidak bersalah, komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan ilmuwan nuklir terkemuka terbunuh," kata juru bicara Kehakiman Iran, Asghar Jahangir melansir Irna.ir, Selasa (1/7).
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Iran mengungkapkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel sebanyak 606 orang dan 5.332 lainnya terluka. Selain itu, Jahangir mengatakan bahwa serangan Israel terhadap Penjara Evin telah menewaskan 79 orang, termasuk tahanan, anggota staf, dan penduduk setempat.
Baca Juga: Iran Tegaskan Tak akan Stop Program Energi Nuklir
“Musuh bermaksud mengubah keadaan negara dengan membunuh komandan militer dan ilmuwan, dengan maksud menyebarkan ketakutan dan memberikan tekanan. Namun, di bawah bimbingan cerdik Pemimpin Revolusi Islam dan penerus para martir yang kompeten ini, pembalasan yang cepat dan kuat dilakukan, menghancurkan semua rencana musuh dalam hitungan hari," katanya.
"Dengan menggunakan tentara bayaran, mata-mata, dan jaringan sabotase, musuh mencoba melemahkan keamanan internal. Namun berkat kewaspadaan rakyat dan kerja keras pejabat pengadilan, banyak penyusup berhasil ditemukan dan ditangkap," sambungnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































