Iran Tegaskan Tak akan Stop Program Energi Nuklir

Jakarta, IDM – Iran kembali menekankan tidak akan pernah berhenti mengembangkan program pengayaan energi nuklir karena ditujukan untuk kepentingan sipil bersifat damai, yang sesuai dengan perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty/NPT).
Melansir CBS News, Senin (30/6), Hal itu diungkapkan oleh Amir-Saeid Iravani, Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Ia menekankan, Iran meratifikasi perjanjian NPT dan berhak mengembangkan nuklir untuk energi di bawah pengawasan Badan Energi Atom PBB (International Atomic Energy Agency/IAEA).
"Kami adalah anggota NPT. Berdasarkan perjanjian ini, kami memiliki hak bersama. Artinya, hak satu pihak harus memenuhi kewajiban pihak lain. Dalam NPT telah ditetapkan bahwa kami memiliki hak yang tegas. Hak pertama adalah kami dapat melakukan penelitian dan pengembangan, kami dapat memproduksi uranium serta kami dapat menggunakannya sebagai bahan bakar untuk energi," ujarnya.
Baca Juga: Pilot Pesawat Tempur F-16 Ukraina Tewas Saat Bertempur
Ia menuturkan, IAEA sepatutnya memberi perlindungan hukum untuk kegiatan dan kerja sama teknis pengembangan enrgi nuklir Iran. Dengan demikian, Iran tidak akan berhenti menjalankan haknya dalam program pengayaan nuklir.
"Hak kedua adalah perlindungan hukum oleh IAEA untuk kegiatan dan kerja sama teknis untuk program pengembangan kami. Pengayaan adalah hak kami dan kami ingin melaksanakan hak ini. Saya pikir pengayaan tidak akan pernah berhenti," katanya.
Lebih lanjut, ia menyatakan kesediaan Iran untuk bernegosiasi guna menyelesaikan konflik. Namun, negosiasi yang didasarkan atas tekanan agresi maupun prasyarat untuk menghentikan program nuklir tidak dapat diterima Iran.
Baca Juga: Mesir Tengah Intensifkan Upaya Capai Gencatan Senjata 60 Hari di Gaza
Ia pun membantah Iran telah mengancam maupun membahayakan keselamatan Rafael Grossi, Direktur Jenderal IAEA tetapi mengkonfirmasi bahwa parlemen Iran telah menangguhkan kerja sama dengan IAEA karena dianggap tidak menjalankan tanggung jawab dengan semestinya.
Iravani juga menyoroti tuntutan menyerah tanpa syarat yang diajukan Trump. Menurutnya, AS telah "mendikte kebijakan terhadap kami. Jika mereka siap untuk negosiasi, mereka akan mendapati kami siap untuk itu. Tetapi jika mereka ingin mendikte kami, mustahil untuk bernegosiasi dengan mereka."
Penyataannya ini muncul saat negara-negara barat, termasuk AS, mendesak Iran untuk melanjutkan negosiasi mengenai program nuklir seminggu setelah AS melancarkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir Iran. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































