POLKAM

1.500 Drone Lukis “Pray for NTT” di Langit Jakarta, Bawa Doa untuk Korban Gempa

drone lukis “Pray for NTT”
Sebanyak 1.500 drone lukis “Pray for NTT” di langit Jakarta, bawa doa untuk korban gempa. (Foto: Dok. Kementerian Ekraf)

Jakarta, IDM – Langit Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta mendadak menjadi panggung cahaya pada malam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebanyak 1.500 drone diterbangkan secara serentak, menghadirkan pertunjukan visual spektakuler yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan bagi masyarakat yang tengah dilanda bencana.

Ribuan warga yang memadati kawasan Bundaran HI menyaksikan formasi drone yang bergerak dinamis membentuk berbagai gambar dan tulisan.

Baca Juga: Merdeka Tak Boleh Berjarak, Pemerintah Bawa Semarak HUT ke-81 RI ke 40 Titik Permukiman Padat

Ponsel warga pun sontak terangkat untuk mengabadikan pertunjukan yang menjadi bagian dari acara Malam Merdeka tersebut.

Namun, kejutan terbesar hadir pada awal pertunjukan. Ribuan drone membentuk tulisan “PRAY FOR NTT” disertai visual dua tangan yang sedang berdoa.

Pesan Pray for NTT menjadi simbol solidaritas bangsa di tengah suasana perayaan kemerdekaan.

Kemeriahan HUT ke-81 RI seolah dihentikan sejenak untuk mengingat saudara-saudara sebangsa yang sedang menghadapi duka akibat gempa bumi dan bencana lainnya.

Baca Juga: Detik-Detik Sang Merah Putih Berkibar, Tim Paskibraka “Indonesia Berdaulat” Siap Ukir Momen Bersejarah di Istana Merdeka

Setelah menyampaikan pesan kemanusiaan, pertunjukan drone beralih mengisahkan perjalanan panjang Indonesia menuju kemerdekaan.

Langit Jakarta kemudian dipenuhi visual yang menggambarkan keberagaman Indonesia. Pesan yang disampaikan menegaskan perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekayaan yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa.

Dari keberagaman lahir persatuan, keberanian dan tekad para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Visual berikutnya membawa penonton menuju salah satu tonggak paling bersejarah dalam perjalanan Indonesia. Drone membentuk sosok Soekarno dan Mohammad Hatta yang berdiri berdampingan dengan tulisan “Proklamasi”.

Formasi ini menjadi simbol lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka sekaligus pengingat terhadap perjuangan para pendiri bangsa.

Baca Juga: HUT ke-81 RI, Menko Polkam Tegaskan Perdamaian Aceh dan Kondusivitas Papua Tak Boleh Terkoyak

Pertunjukan kemudian bergerak menuju wajah Indonesia masa kini.
Bendera Merah Putih berkibar di langit Jakarta, disusul tulisan “Dirgahayu Republik Indonesia” dan “HUT ke-81 RI”.

Pada bagian akhir, ribuan drone kembali bergerak membentuk pesan yang menjadi refleksi atas cita-cita besar bangsa Indonesia “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Langit Jakarta malam itu pun menjadi ruang untuk menyatukan dua emosi sekaligus kebanggaan atas perjalanan 81 tahun Indonesia dan keheningan doa bagi mereka yang sedang tertimpa musibah.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.