Zelensky Sebut Ukraina Butuh 25 Sistem Patriot untuk Lindungi Seluruh Wilayah

Jakarta, IDM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa negaranya membutuhkan total 25 sistem pertahanan udara Patriot untuk melindungi seluruh wilayah dari serangan udara Rusia.
Dilansir dari The Guardian, Minggu (7/4), Zelensky menilai puluhan sistem pertahanan udara buatan Amerika Serikat (AS) itu akan sangat ampuh untuk menembak jatuh seluruh rudal yang diluncurkan oleh Rusia.
Baca Juga: Peringati Hari Jadi ke-75, NATO akan Terus Perkuat Pertahanan
Pernyataan itu ia ungkapkan di tengah menipisnya rudal dan amunisi Ukraina. Bahkan, ia menyebut Ukraina akan kehabisan rudal jika Rusia terus melakukan serangkaian serangan yang intens seperti beberapa minggu terakhir.
“Jika mereka terus menyerang (Ukraina) setiap hari seperti yang mereka lakukan selama sebulan terakhir, kita mungkin akan kehabisan rudal, dan mitra kami mengetahui ini,” kata Zelensky.
Baca Juga: Ukraina Klaim Hancurkan Enam Pesawat Tempur Rusia
Ia pun menyebut pasukannya tidak memiliki amunisi yang cukup untuk melakukan serangan balasan terhadap Rusia. Belum lagi, kata dia, jika permintaannya disepakati, butuh waktu yang cukup lama hingga sistem Patriot dikirim ke Ukraina. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































