Zelensky: Rusia Miliki Jaringan Pemasok Senjata Ilegal

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa sanksi internasional yang dirancang untuk menekan Rusia dalam membuat dan membeli senjata tidaklah berhasil. Sebab, menurutnya Pemerintah Putin memiliki jaringan pemasok senjata ilegal skala internasional yang membantunya bertempur di tanah Ukraina.
Dilansir dari President.gov.ua, laman resmi Kepresidenan Ukraina, Senin (5/6), Zelenskyy menyatakan pihak intelijen Ukraina telah melakukan penelitian terkait jaringan pemasok senjata ke Rusia. Hasilnya, terdapat beberapa perusahaan swasta maupun negara-negara yang tidak disebutkan namanya, telah membantu Rusia mendapatkan senjata dan bahan pembuatan rudal secara diam-diam.
Baca Juga: AS Sebut Kapal Perang Cina Kembali Lakukan Konfrontasi di Perairan Internasional
"Kami menganalisis dengan sangat rinci bagaimana Rusia menghindari sanksi dan siapa yang membantunya. Negara berbeda, perusahaan berbeda, yang tanpanya Rusia tidak akan dapat memproduksi senjata, termasuk rudal. Sayangnya, negara teroris itu berhasil memanfaatkan teknologi global melalui jaringan pemasok, dan berhasil menghindari rezim sanksi internasional," kata Zelensky.
Ia menambahkan, Ukraina mengetahui sepenuhnya semua upaya Rusia untuk menghindari sanksi dan akan berusaha bekerja sama dengan sekutu memutus rantai pasokan senjata ilegal tersebut.
"Kita harus menutup semua area seperti itu, bersama dengan mitra kita. Langkah-langkah yang diperlukan akan diambil," tambahnya.
Baca Juga: Denmark Tambah Bantuan Militer ke Ukraina Hingga $2,59 Miliar
Sebelumnya, otoritas Kepresidenan Ukraina mengatakan bahwa pasukan Ukraina menemukan semakin banyak komponen dari Tiongkok dalam senjata Rusia yang digunakan di medan tempur.
Hal itu diyakini karena pasokan dari Barat terhimpit oleh sanksi. Sementara, pihak Cina menegaskan sikap netral dan membantah telah mengirim senjata ke Rusia. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































