Venezuela Akan Tetap Kerahkan Ribuan Tentara hingga Kapal HMS Trent Kembali ke Inggris

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengerahkan hampir 6.000 tentara sampai kapal HMS Trent yang dikirim ke negara tetangga Guyana kembali ke Inggris.
Dilansir dari AP, Selasa (2/1), Pernyataan itu Padrino ungkapkan saat mengunjungi pangkalan militer di ibu kota Venezuela, Caracas. Menurutnya, pasukan itu dikerahkan untuk menjaga kedaulatan nasional Venezuela.
Baca Juga: Rusia Klaim Telah Menghukum Lebih Dari 200 Tentara Ukraina
“Angkatan bersenjata telah dikerahkan tidak hanya di bagian timur negara ini, tapi di seluruh wilayah. Mereka akan berada di sana sampai kapal imperilis Inggris ini meninggalkan perairan yang disengketakan antara Venezuela dan Guyana," kata Padrino.
Venezuela dan Guyana terlibat dalam sengketa perbatasan Essequibo, wilayah berpenduduk yang kaya akan cadangan minyak bumi di lepas pantainya. Wilayah ini memiliki luas 160.000 km persegi dan diakui oleh masyarakat internasional sebagai bagian dari Guyana berdasarkan ‘Paris Arbitral Award’ tahun 1898.
Baca Juga: Dikerahkan untuk Dukung Israel, USS Gerald R. Ford akan Kembali dari Mediterania Timur
Namun, Venezuela menghidupkan kembali klaim sepihaknya atas wilayah Essequibo melalui referendum pada beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Presiden Venezuela Nicolas Maduro memerintahkan dikerahkannya 6.000 tentara di dekat perbatasan dengan Guyana. Ia pun menggambarkan kedatangan kapal HMS Trent ke pantai Guyana sebagai ancaman bagi Venezuela. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































