Usai Pesawat Tempur F-16 Jatuh, Presiden Ukraina Pecat Komandan Angkatan Udara

Jakarta, IDM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memberhentikan Komandan Angkatan Udara Ukraina Mykola Oleshchuk. Pemecatan itu terjadi empat hari usai kecelakaan pesawat tempur F-16 Ukraina.
"Saya telah memutuskan untuk mengganti Panglima Angkatan Udara Angkatan Bersenjata Ukraina. Saya sangat berterima kasih kepada semua pilot militer kita, semua teknisi, semua prajurit kelompok penembak bergerak, unit pertahanan udara," ujar Zelensky melansir President.gov.ua, dikutip pada Sabtu (31/8).
Baca Juga: Pesawat Tempur F-16 Ukraina Jatuh Saat Tangkis Serangan Udara Rusia, Pilot Tewas
Zelensky tidak menjelaskan alasan pemberhentian tersebut, tetapi menyebutkan bahwa seluruh personel harus dilindungi dan Ukraina harus memperkuat tingkat komando.
"Hal yang sama berlaku untuk tingkat komando, kita harus memperkuat diri kita sendiri. Dan menjaga orang-orang. Menjaga personel, menjaga semua prajurit kita," imbuhnya.
Baca Juga: Jauhi Rusia, Serbia Beli 12 Rafale Prancis
Sementara, Staf Umum Ukraina mengatakan bahwa Letnan Jenderal Anatoliy Kryvonozhka untuk sementara yang akan menggantikan tugas tersebut.
Sebelumnya, F-16 milik Ukraina yang dipasok oleh sekutu dilaporkan jatuh saat berupaya menangkis serangan dari Rusia. Insiden itu menewaskan seorang pilot dan penyebab jatuhnya pesawat masih dalam penyelidikan. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































