INTERNASIONAL

Usai Insiden Jatuhnya Pesawat Tempur AS, Cina Peringatkan Akar Masalah Keamanan di Laut Cina Selatan

Pesawat Tempur F/A-18F Super Hornet
Pesawat Tempur F/A-18F Super Hornet .(Foto: Dok. Wikimedia)

Jakarta, IDM – Cina memperingatkan bahwa latihan militer asing merupakan akar masalah keamanan maritim di Laut Cina Selatan. Hal itu diungkapkan setelah Pesawat Tempur F/A-18F Super Hornet dan Helikopter MH-60R Sea Hawk Amerika Serikat (AS) jatuh dalam dua insiden terpisah di perairan tersebut.

"Perlu saya tegaskan bahwa pesawat AS jatuh saat melakukan latihan militer di Laut Cina Selatan. AS telah menunjukkan kekuatannya dengan sering mengirimkan kapal dan pesawat militer ke Laut Cina Selatan. Inilah akar penyebab masalah keamanan di laut dan gangguan terhadap perdamaian dan stabilitas regional," ujar Guo Jiakun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri' Cina melansir Fmprc.gov.cn, Selasa (28/10).

Baca Juga: Terkait Asal Negara Pasukan Stabilisasi Gaza, Netanyahu: Kami yang akan Tentukan

Meskipun memberi kecaman terhadap AS, Cina bersedia untuk memberikan bantuan yang diperlukan atas dasar kemanusiaan jika diminta oleh pihak Pentagon.

Sebelumnya, Armada Pasifik AS (US Pacific Fleet) melaporkan bahwa Helikopter MH-60R Sea Hawk milik Angkatan Laut AS yang lepas landas dari kapal induk USS Nimitz (CVN 68) jatuh di perairan Laut Cina Selatan saat melakukan operasi rutin pada Minggu (26/10) siang waktu setempat.

Baca Juga: Turki Beli 20 Pesawat Tempur Eurofighter Typhoon Inggris

Kemudian insiden kembali terjadi pada pukul 15.15, Pesawat Tempur F/A-18F Super Hornet jatuh di perairan Laut Cina Selatan saat melakukan operasi rutin. Pesawat tempur generasi 4,5 itu juga lepas landas dari kapal induk yang sama.

"Semua personel yang terlibat selamat dan dalam kondisi stabil. Penyebab kedua insiden saat ini sedang diselidiki," tulis US Pacific Fleet melalui platform X. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.