Terkait Asal Negara Pasukan Stabilisasi Gaza, Netanyahu: Kami yang akan Tentukan

Jakarta, IDM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pihaknya akan menentukan asal negara Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) yang akan mengamankan kesepakatan damai Gaza.
Berdasarkan proposal damai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, ISF akan dikerahkan di Gaza dan melatih serta memberi dukungan pada pasukan polisi Palestina yang telah terverifikasi. ISF akan menjadi solusi keamanan internal jangka panjang, yang juga mendorong rekonstruksi Gaza.
Baca Juga: Prajurit TNI Peringati Hari PBB ke-80 di Kongo
Walaupun hingga kini belum ada kepastian negara mana yang mengirim pasukan, Trump telah berbicara dengan para pemimpin dunia termasuk Indonesia, Uni Emirat Arab, Mesir, Qatar, Turki, dan Azerbaijan untuk berkontribusi pada misi tersebut.
"Kami memegang kendali atas keamanan, dan kami juga telah menegaskan mengenai pasukan internasional bahwa Israel akan menentukan pasukan mana yang tidak dapat kami terima, dan beginilah cara kami beroperasi," kata Netanyahu melalui platform X, Senin (27/10).
Baca Juga: Trump Puji Prabowo atas Kontribusi untuk Perdamaian Timur Tengah
"[Keputusan] ini, tentu saja, juga dapat diterima oleh AS, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh perwakilan paling seniornya dalam beberapa hari terakhir. Israel adalah negara merdeka. Kami akan mempertahankan diri dengan kekuatan kami sendiri, dan kami akan terus mengendalikan nasib kami," ujarnya jelasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































