INTERNASIONAL

Usai Gencatan Senjata, Konflik Sudan Kembali Berkecamuk

Sudan
Situasi genting konflik di Ibu Kota Khartoum Sudan. (Foto: Dok. Sudan Tribune)

Jakarta, IDM – Konflik bersenjata kembali berkecamuk antara tentara Sudan dan Paramiliter Rapid Support Forces (RSF) di Ibu Kota Khartoum. Pihak yang bertikai gagal untuk mempertahankan masa damai setelah kesepakatan gencatan senjata berakhir.

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (8/6), bentrokan mulai kembali terjadi hanya berselang satu hari setelah gencatan senjata berakhir pada minggu lalu. Kini, konflik berkecamuk di sebuah depot bahan bakar dekat gudang dan perusahaan pembuat senjata yang diperebutkan oleh kedua faksi militer.

Baca Juga: Ini Lima Negara yang akan Jadi Anggota Baru DK PBB

Konflik tersebut menyebabkan depot bahan bakar dilahap api yang terus berkobar dan menyebar ke seluruh lingkungan di Khartoum Selatan dalam semalam. Beberapa warga sipil dilaporkan terluka dan mengungsi ke kota lain yang lebih aman.

“RSF mengklaim saat ini telah mengendalikan perusahaan pembuat senjata," kata saksi mata Hiba Morgan.

Tentara Sudan yang dipimpin oleh Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, kerap mengandalkan kekuatan persenjataan dari udara. Sedangkan komandan RSF Jenderal Mohamed Hamdan Dagalo, yang dikenal luas sebagai Hemedti, mengaku telah menguasai hampir seluruh wilayah di Ibu Kota Khartoum.

Baca Juga: Cina dan Rusia Gelar Patroli Udara, Tingkatkan Tensi di Asia-Pasifik

"Namun, tentara Sudan mengatakan mereka masih berupaya menekan RSF dan depot senjata tidak sepenuhnya berada di bawah kendali musuh," tambah Morgan.

Konflik yang berlangsung sejak 15 April ini telah menewaskan ratusan orang dan membuat lebih dari 1,3 juta orang mengungsi ke negara-negara tetangga. Meskipun sempat gencatan senjata selama sekitar dua minggu, pihak yang bertikai masih belum berdamai sepenuhnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.