INTERNASIONAL

Usai Ambil Alih Wilayah Nagorno-Kabarakh, Azerbaijan Gelar Latihan Militer dengan Turki

Latihan gabungan Azerbaijan dan Turki.
Latihan gabungan Azerbaijan dan Turki.(Foto: Dok. Mod.gov.az)

Jakarta, IDM - Kementrian Pertahanan (Kemhan) Azerbaijan mengatakan bahwa pihaknya telah memulai serangkaian latihan militer gabungan dengan Turki. Ini merupakan latihan bilateral pertama sejak Azerbaijan merebut kembali wilayah Nagorno-Karabakh, yang menyebabkan eksodus etnis Armenia di wilayah tersebut.

Dilansir dari Mod.gov.az, laman resmi Kemhan Azerbaijan, Selasa (24/10), latihan bertajuk 'Mustafa Kemal Ataturk' itu melibatkan hingga 3.000 personel militer dan puluhan alutsista maupun peralatan militer lainnya.

"Total hingga 3000 personel militer berbagai matra dari kedua negara, 130 kendaraan lapis baja dan 100 kendaraan artileri, lebih dari 20 pesawat dan perahu kecil dan peralatan teknis terlibat," kata Kemhan Azerbaijan.

Baca Juga: Korsel, AS dan Jepang Gelar Latma Udara Gabungan untuk Pertama Kali

Latihan itu digelar di beberapa titik, seperti eksklave Nakhichevan yang berbatasan dengan Turki dan di wilayah Nagorno-Kabarakh, yang berhasil direbut kembali dari kendali etnis Armenia pada bulan lalu.

"Fokus utama latihan taktis gabungan Mustafa Kemal Ataturk - 2023 adalah memastikan interoperabilitas tempur, meningkatkan manajemen dan bertukar pengalaman," ujarnya.

Turki memiliki hubungan linguistik dan budaya yang erat dengan Azerbaijan, serta aktif menawarkan dukungan militer maupun politik selama konflik dengan Armenia.

Baca Juga: Wakil PM Serbia: Alutsista dari Cina Berikan Kekuatan Signifikan

Armenia dan Azerbaijan pun telah mengisyaratkan kesediaan untuk menandatangani perjanjian damai yang secara resmi mengakhiri konflik menyusul kemenangan Azerbaijan di Nagorno-Kabarakh.

Sebelumnya, Azerbaijan melakukan serangan udara terhadap markas militan dan mengklaim kemenangan di wilayah tersebut, yang juga menyebabkan eksodus sekitar 120.000 penduduk etnis Armenia.

Sementara, para menteri luar negeri kedua negara, bersama dengan Turki, Iran dan Rusia, juga dijadwalkan untuk melakukan mediasi perjanjian perdamaian dalam waktu dekat. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.