Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia Maria Zakharova menyesalkan kedekatan Armenia dengan NATO, yang menurutnya telah menganggu stabilitas keamanan di wilayah Kaukasus Selatan.
Armenia telah secara resmi mengakui negara Palestina. Hal ini menjadikannya sebagai negara terbaru yang mengakui keberadaan dan hak-hak Palestina di tengah perang antara Israel-Hamas.
Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan bahwa negaranya akan keluar dari blok keamanan yang dipimpin Rusia, Organisasi Traktat Keamanan Kolektif (Collective Security Treaty Organization/CSTO).
Armenia mengatakan kepada Mahkamah Internasional atau ICJ bahwa Azerbaijan telah 'menyelesaikan pembersihan etnis' di Nagorno-Karabakh, sejak operasi militer pada akhir tahun lalu.
Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan bahwa negaranya mungkin akan kembali berperang dengan Azerbaijan. Hal itu bakal terjadi jika pihaknya tidak setuju untuk mengembalikan empat wilayah strategis yang dikuasai Armenia sejak 1990-an.
Armenia telah menangguhkan partisipasinya dalam Collective Security Treaty Organisation (CSTO), aliansi militer regional yang dipimpin Rusia. Keputusan itu diungkapkan oleh Perdana Menteri Nikol Pashinyan karena pakta CSTO telah mengecewakan Armenia.
Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan bahwa negaranya dan Azerbaijan telah menyepakati prinsip-prinsip dasar perjanjian perdamaian. Namun, keduanya masih perlu diskusi lanjutan terkait hal-hal diplomatis di wilayah Nagorno-Karabakh.
Kementrian Pertahanan (Kemhan) Azerbaijan mengatakan bahwa pihaknya telah memulai serangkaian latihan militer gabungan dengan Turki. Ini merupakan latihan bilateral pertama sejak Azerbaijan merebut kembali wilayah Nagorno-Karabakh, yang menyebabkan eksodus etnis Armenia di wilayah tersebut.
Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan siap untuk diskusi mengenai prospek perjanjian damai dengan Armenia, usai mengklaim kembali wilayah Nagorno-Karabakh pada beberapa waktu lalu.
Pemerintah Azerbaijan berencana untuk memberikan amnesti bagi para militan Armenia di Karabakh, jika setuju untuk menyerahkan persenjataan dan perlengkapan militer mereka. Hal itu dilakukan agar perdamaian jangka panjang dapat terwujud.
Militan etnis Armenia di Nagorno-Karabakh sepakat melakukan gencatan senjata usai Azerbaijan melancarkan serangan. Kesepakatan itu, yang diperantarai pasukan penjaga perdamaian Rusia, menyerukan agar militan Armenia melucuti senjata dan mundur dari wilayah tersebut.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) Azerbaijan mengatakan telah memulai operasi 'anti-teroris' di wilayah Nagorno-Karabakh yang berada di bawah kendali Armenia. Insiden ini memperburuk hubungan keduanya dan dikhawatirkan dapat mencetus perang seperti beberapa tahun lalu.