
Armenia dan Azerbaijan Sepakat Tandatangani Perjanjian Damai
Armenia dan Azerbaijan mengatakan bahwa mereka sepakat untuk mengakhiri konflik selama puluhan tahun dan akan menandatangani teks perjanjian damai.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Armenia dan Azerbaijan mengatakan bahwa mereka sepakat untuk mengakhiri konflik selama puluhan tahun dan akan menandatangani teks perjanjian damai.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia Maria Zakharova menyesalkan kedekatan Armenia dengan NATO, yang menurutnya telah menganggu stabilitas keamanan di wilayah Kaukasus Selatan.

Armenia menggelar latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat (AS), dalam upaya mempererat hubungan bilateral ketika bersitegang dengan Rusia.

Armenia telah secara resmi mengakui negara Palestina. Hal ini menjadikannya sebagai negara terbaru yang mengakui keberadaan dan hak-hak Palestina di tengah perang antara Israel-Hamas.

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan bahwa negaranya akan keluar dari blok keamanan yang dipimpin Rusia, Organisasi Traktat Keamanan Kolektif (Collective Security Treaty Organization/CSTO).

Armenia mengatakan kepada Mahkamah Internasional atau ICJ bahwa Azerbaijan telah 'menyelesaikan pembersihan etnis' di Nagorno-Karabakh, sejak operasi militer pada akhir tahun lalu.

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan bahwa negaranya mungkin akan kembali berperang dengan Azerbaijan. Hal itu bakal terjadi jika pihaknya tidak setuju untuk mengembalikan empat wilayah strategis yang dikuasai Armenia sejak 1990-an.

Armenia telah menangguhkan partisipasinya dalam Collective Security Treaty Organisation (CSTO), aliansi militer regional yang dipimpin Rusia. Keputusan itu diungkapkan oleh Perdana Menteri Nikol Pashinyan karena pakta CSTO telah mengecewakan Armenia.

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengatakan bahwa negaranya dan Azerbaijan telah menyepakati prinsip-prinsip dasar perjanjian perdamaian. Namun, keduanya masih perlu diskusi lanjutan terkait hal-hal diplomatis di wilayah Nagorno-Karabakh.

Kementrian Pertahanan (Kemhan) Azerbaijan mengatakan bahwa pihaknya telah memulai serangkaian latihan militer gabungan dengan Turki. Ini merupakan latihan bilateral pertama sejak Azerbaijan merebut kembali wilayah Nagorno-Karabakh, yang menyebabkan eksodus etnis Armenia di wilayah tersebut.