POLKAM

Update Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2: 229 Orang Selamat, 5 Meninggal

KM Mutiara Sentosa 2
Suasana penanganan medis bagi korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di posko evakuasi Dermaga Madura Koarmada II, Surabaya, Senin (3/8). (Foto: Dok. Kemenhub)

Jakarta, IDM – Tim SAR gabungan mencatat 234 korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah dievakuasi hingga Senin (3/8) pagi. Sebanyak 229 penumpang dinyatakan selamat, sementara lima orang meninggal dunia.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah bakal mengawal pemenuhan hak seluruh korban dan keluarga korban. Petugas di lapangan terus memberikan layanan medis serta pendampingan bagi para penyintas.

Baca Juga: Bertemu Presiden Prabowo, PM Thailand Siap Perkuat Latihan Militer dan Keamanan Maritim dengan Indonesia

"Atas nama pemerintah dan Kementerian Perhubungan, saya kembali menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kami mendoakan seluruh korban yang masih menjalani perawatan agar segera pulih," kata Dudy di Surabaya, dikutip dari keterangan Humas Kemenhub, Rabu (5/8).

Data evakuasi ini mencakup aksi penyelamatan awal oleh kapal perang TNI AL, KRI Nala-363. Kapal perang tersebut sebelumnya membawa 32 korban pertama, terdiri dari 30 penumpang selamat dan dua korban tewas, ke Dermaga Madura Koarmada II, Surabaya. TNI AL juga mengerahkan KRI Bung Hatta-370 dan pesawat udara NC 212-200 Aviocar untuk menyisir perairan utara Sumenep, Madura.

Dudy menyampaikan pihaknya terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Sumenep, hingga PT Jasa Raharja untuk mempercepat penanganan di lapangan.

Baca Juga: Menko Polkam Bongkar Hoaks Demo Agustus, Pemerintah Pastikan Video Viral Tidak Benar

"Kami telah menginstruksikan jajaran Kementerian Perhubungan untuk terus mengawal proses pemenuhan hak-hak korban dan memastikan koordinasi antarinstansi berjalan optimal. Jangan sampai ada korban ataupun keluarga yang mengalami kesulitan," ujar Dudy.

Pemerintah turut mendukung Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menggelar investigasi independen. Langkah ini bertujuan mengungkap penyebab pasti kebakaran kapal sekaligus menjadi bahan evaluasi keselamatan pelayaran nasional.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.