INTERNASIONAL

Unjuk Postur Kekuatan, Filipina dan AS Gelar Patroli Gabungan di Laut Cina Selatan

Kapal penjaga pantai Filipina.
Kapal penjaga pantai Filipina. (Foto: Dok. Wikipedia)

Jakarta, IDM - Filipina dan Amerika Serikat (AS) melakukan patroli gabungan di Laut Cina Selatan sebagai bentuk kerja sama pertahanan lebih lanjut menanggapi bertambahnya postur kekuatan Cina di kawasan.

Dilansir dari CNA, Rabu (22/11), Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyebut operasi itu sebagai 'inisiatif signifikan' dalam meningkatkan interoperabilitas antara keduanya. Patroli itu dilakukan di dekat Mavulis, titik paling utara Filipina (sekitar 100 km dari Taiwan).

“Inisiatif penting ini merupakan bukti komitmen kami untuk meningkatkan interoperabilitas pasukan militer kami dalam melakukan patroli maritim dan udara,” kata Marcos.

Baca Juga: Israel-Hamas Sepakati Gencatan Senjata dan Pembebasan Sandera

Filipina mengerahkan tiga kapal angkatan laut, dua pesawat tempur ringan FA-50 dan A-29B Super Tucano sedangkan AS mengirim kapal perang dan P8-A Poseidon.

Pengumuman ini disampaikan usai Marcos menyebut situasi di Laut Cina Selatan menjadi lebih berbahaya pada sebuah forum di Hawaii beberapa waktu lalu. Ia juga mengatakan pasukan militer Cina terus bersikap konfrontatif di garis pantai Filipina.

Cina telah mengklaim sebagian besar Laut Cina Selatan berdasarkan 'garis putus-putus' yang memotong ZEE beberapa negara termasuk Filipina. Sementara, Marcos terus berupaya menjalin hubungan yang lebih erat dengan AS sejak menjabat tahun lalu.

Baca Juga: AS Lakukan Serangan Balasan Terhadap Militan di Irak

Keputusan Marcos itu bertolak belakang dengan pemimpin terdahulu, Presiden Rodrigo Duterte, yang lebih dekat ke Cina dengan imbalan proyek infrastruktur dan investasi.

Dengan demikian, hubungan Filipina dan Cina kian meregang di bawah kepemimpinan Marcos. Perselisihan antara kapal dari kedua negara juga sudah seringkali terjadi, yang dikhawatirkan memicu eskalasi konflik. Namun, Marcos melakukan pertemuan dengan Presiden Cina Xi Jinping dalam upaya untuk mengurangi ketegangan pada beberapa waktu lalu. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.