Israel-Hamas Sepakati Gencatan Senjata dan Pembebasan Sandera

Jakarta, IDM - Israel dan Hamas sepakat untuk menghentikan pertempuran selama empat hari dan melakukan pertukaran tawanan sebanyak 50 orang yang ditahan di Gaza serta 150 warga Palestina yang ditahan di Israel.
Dilansir dari Reuters, Rabu (22/11), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan 50 perempuan dan anak-anak akan dibebaskan selama empat hari, dan selama itu pula pertempuran akan di jeda. Hamas diyakini menyandera lebih dari 200 orang ketika menyerbu Israel pada 7 Oktober.
“Pemerintah Israel berkomitmen untuk memulangkan semua sandera. Malam ini, mereka menyetujui usulan kesepakatan sebagai tahap pertama untuk mencapai tujuan ini,” katanya.
Baca Juga: Korsel Peringatkan Korut untuk Tidak Luncurkan Satelit Pengintai Militer
Sementara, Hamas mengatakan 50 sandera itu akan dibebaskan dengan imbalan 150 wanita dan anak-anak Palestina yang ditahan di Israel. Kesepakatan gencatan senjata juga akan memungkinkan ratusan truk bantuan kemanusiaan, medis dan bahan bakar memasuki Gaza.
Waktu dimulainya gencatan senjata akan diumumkan dalam 24 jam ke depan. Namun, otoritas Israel yang tidak disebutkan namanya menyebut kesepakatan itu akan diterapkan besok.
Menteri Negara di Kemelu Qatar Mohammed Al-Khulaifi, selaku kepala mediasi gencatan senjata, mengatakan bahwa Komite Palang Merah Internasional akan bertugas di Gaza untuk memfasilitasi pembebasan para sandera. Ia pun menegaskan gencatan senjata itu berarti tidak ada serangan militer yang dilakukan oleh Israel maupun Hamas.
Baca Juga: Korut Klaim Berhasil Luncurkan Satelit Pengintai Militer untuk Pertama Kali
“(Ini) akan menjadi periode intensif di mana kami akan berkomunikasi langsung 24/7 dengan Komite Palang Merah Internasional dan kedua pihak untuk memastikan bahwa kami menyempurnakan pembebasan para sandera,” kata Al-Khulaifi.
"Qatar berharap kesepakatan itu akan menjadi benih bagi kesepakatan yang lebih besar dan gencatan senjata permanen. Dan itulah niat kami," pungkasnya. (bp)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































