INTERNASIONAL

UNIFIL: Tank Israel Tembaki Pasukan PBB di Wilayah Lebanon

Pasukan UNIFIL
Pasukan UNIFIL sedang berjaga di Wilayah Lebanon. (Foto: Dok. X/UNIFIL)

Jakarta, IDM - Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) melaporkan militer Israel kembali menargetkan personelnya dalam sebuah insiden terbaru di perbatasan.

Kejadian ini terjadi di tengah serangkaian serangan Israel ke wilayah Lebanon. Serangan Israel dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata yang telah berlaku selama setahun terakhir antara Israel dan Hizbullah.

Menurut pernyataan resmi UNIFIL, tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melepaskan tembakan senapan mesin berat ke arah pasukan penjaga perdamaian yang tengah berpatroli di dekat sebuah posisi militer Israel yang berada dalam wilayah Lebanon.

Baca Juga: KRI Sultan Iskandar Muda-367 Latihan Winchex dengan Angkatan Udara Lebanon

Peluru dilaporkan jatuh hanya sekitar lima meter dari anggota UNIFIL. “Personel kami berhasil menyelamatkan diri dan baru dapat meninggalkan area tersebut dengan aman sekitar tiga puluh menit kemudian, setelah tank Israel kembali masuk ke posisinya,” ucap UNIFIL, melansir Al Jazeera.

Israel mengklaim bahwa tembakan tersebut merupakan kekeliruan akibat kondisi cuaca buruk yang membuat patroli PBB disangka sebagai ancaman.

Dalam pernyataan terpisah, Tentara Lebanon menyampaikan mereka tengah berkoordinasi dengan negara-negara sahabat untuk menghentikan rangkaian pelanggaran Israel yang dinilai semakin berbahaya dan memerlukan tindakan segera.

Baca Juga: Trump Klaim Berhasil Redakan Konflik Thailand-Kamboja

Insiden terhadap UNIFIL bukan yang pertama. Pada September lalu, UNIFIL melaporkan bahwa drone Israel menjatuhkan empat granat di dekat pasukan penjaga perdamaian di Lebanon selatan, salah satunya mendarat hanya 20 meter dari personel dan kendaraan PBB.

UNIFIL menegaskan peristiwa terbaru ini merupakan pelanggaran berat terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang mengakhiri perang Israel–Hizbullah pada 2006 dan menjadi landasan gencatan senjata yang diperbaharui pada November 2024.

UNIFIL kembali menyerukan agar IDF menghentikan seluruh bentuk agresi terhadap atau di sekitar pasukan penjaga perdamaian. (ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.