
Netanyahu Tegaskan IDF akan Tetap Bertahan di Lebanon
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) akan tetap berada di Lebanon "selama diperlukan".
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) akan tetap berada di Lebanon "selama diperlukan".

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan bahwa mewujudkan penarikan penuh Israel dari wilayah negaranya tetap menjadi prioritas nasional.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem Hizbullah menolak negosiasi langsung dengan Israel dan menguraikan lima poin guna menyelesaikan konflik. Ia menegaskan, pihaknya akan melanjutkan “perlawanan defensif” dan tidak akan melucuti senjata.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memperingatkan bahwa penargetan pasukan UNIFIL merupakan kejahatan perang. Hal itu diungkapkan setelah konflik Israel-Hizbullah di Lebanon kembali menewaskan seorang prajurit penjaga perdamaian asal Prancis.

Satu prajurit United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dari Prancis gugur setelah tertembak senjata di Ghanduriyah, Lebanon Selatan, Sabtu (18/4) pagi waktu setempat.

Hizbullah mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata harus mencakup penghentian total serangan oleh Israel maupun semua tindakan agresinya di Lebanon.

Israel kembali melakukan serangan ke Lebanon yang diklaim menargetkan Hizbullah. Serangan itu dilakukan setelah delegasi Israel dan Lebanon menggelar pertemuan tatap muka di Washington, yang bertujuan untuk meredakan konflik.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengecam keras rentetan serangan Israel ke berbagai wilayah di Lebanon, yang telah menewaskan lebih dari 250 orang.

Pihak United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mendorong Israel dan Hizbullah melaksanakan gencatan senjata setelah konflik berdampak pada pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengecam keras konflik antara Israel dan Hizbullah yang menewaskan seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon atau UNIFIL pada Minggu (29/3).