INTERNASIONAL

Israel-Hizbullah Sepakati Gencatan Senjata, Warga Sipil Mulai Kembali ke Lebanon Selatan

Lebanon
Warga sipil Lebanon yang mengungsi di kamp UNRWA pada September lalu (Foto: Dok. Unrwa.org)

Jakarta, IDM – Warga Lebanon yang mengungsi akibat konflik mulai kembali ke rumah mereka masing-masing usai diberlakukannya kesepakatan gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel pada Rabu (27/11) dini hari waktu setempat.

Dilansir dari Al Jazeera, Rabu (27/11), ribuan warga nampak mulai kembali ke kota pesisir Sidon di Lebanon Selatan setelah gencatan senjata, yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Baca Juga: Kanada Berkomitmen Capai Target Belanja Militer NATO Dua Persen

Mereka dilaporkan nampak melambaikan tanda "kemenangan" dan bendera Lebanon, karena bagi banyak orang, dapat pulang ke rumah adalah kemenangan. Namun, "orang-orang khawatir bahwa ini masih merupakan gencatan senjata yang sangat rapuh," tulis Al Jazeera.

Kendati demikian, pihak militer Lebanon, menghimbau penduduk di perbatasan untuk menunda kepulangan mereka hingga militer Israel sepenuhnya mundur. Selama konflik, Israel telah maju ke Lebanon dari perbatasan hingga 6 km.

Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata, Israel akan "secara bertahap menarik" pasukannya dari Lebanon Selatan selama 60 hari ke depan, dan Angkatan Darat Lebanon akan dikerahkan ke wilayah tersebut.

Baca Juga: Presiden AS Umumkan Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Hizbullah

Sementara, Hizbullah juga dilarang untuk berada maupun membangun infrastruktur apapun di Lebanon Selatan. Kesepakatan yang diharapkan menjadi permanen ini, menyerukan agar para warga yang terdampak konflik "dapat segera kembali dengan aman ke komunitas mereka dan mulai membangun kembali rumah, sekolah, pertanian, bisnis, dan kehidupan mereka," kata Biden saat mengumumkan gencatan senjata melansir Whitehouse.gov.

Lebih lanjut, Biden juga mengatakan bahwa tidak akan ada pasukan AS yang dikerahkan ke Lebanon. Namun, Prancis dan AS akan bekerja sama dengan Israel dan Lebanon untuk memastikan kesepakatan sepenuhnya ditegakkan. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.