Hizbullah Sebut Belum Terima Usulan Gencatan Senjata Israel

Jakarta, IDM – Hizbullah mengatakan pihaknya belum menerima proposal gencatan senjata apa pun dari Israel, di tengah konflik yang terus berlangsung di Lebanon.
"Sejauh ini, menurut sepengatahuan saya, tidak ada informasi resmi yang sampai ke Lebanon atau kami terkait hal ini," kata Kepala Media Hizbullah, Mohammad Afif melansir Reuters, Selasa (12/11).
Baca Juga: Presiden Rusia Ratifikasi Perjanjian Pertahanan dengan Korut
"Saya yakin bahwa kami masih dalam tahap menguji situasi dan menyajikan ide-ide awal serta diskusi proaktif, tetapi sejauh ini belum ada yang nyata," tambahnya.
Pernyataan itu ia ungkapkan usai Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengatakan bahwa upaya diplomatik terkait gencatan senjata telah mengalami progres. "Ada kemajuan. Tantangan utamanya adalah menegakkan apa yang telah disepakati," katanya.
Baca Juga: Presiden Korut Ratifikasi Perjanjian Pertahanan dengan Rusia
Sementara, media lokal Israel Hayom melaporkan pada Minggu (10/11), adanya kemajuan dalam negosiasi diplomatik atas usulan gencatan senjata Israel yang mengharuskan Hizbullah mundur ke utara Sungai Litani dan melarang kehadiran militernya di dekat perbatasan Israel. Sedangkan, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) akan bermarkas ke perbatasan.
Yedioth Ahronoth, surat kabar terlaris Israel, juga melaporkan bahwa Israel dan Lebanon telah bertukar draf melalui diplomat Amerika Serikat (AS) Amos Hochstein, yang menandakan kemajuan dalam upaya mencapai kesepakatan akhir. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































