Hizbullah Terbuka Untuk Negosiasi Jika Israel Hentikan Serangan ke Lebanon

Jakarta, IDM - Pemimpin Hizbullah Naim Qassem mengatakan bahwa negosiasi tidak langsung mungkin dapat dilakukan jika Israel menghentikan serangan ke Lebanon.
"Ketika musuh memutuskan untuk menghentikan agresi, ada jalur negosiasi yang telah kami tetapkan dengan jelas, negosiasi tidak langsung melalui negara Lebanon dan Ketua (parlemen Nabih) Berri," kata Qassem melansir Reuters, Kamis (7/11).
Baca Juga: PM Israel Pecat Menhan, AS Tekankan Komitmen Kerja Sama
Qassem dipilih sebagai Sekretaris Jenderal Hizbullah sebulan sesudah pendahulunya, Sayyed Hassan Nasrallah terbunuh dalam serangan Israel.
Lebih lanjut, ia menilai "tindakan politik" tidak akan mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari setahun, yang terjadi bersamaan dengan konflik Israel di Gaza.
Baca Juga: AS Kirim Bantuan Militer Senilai $425 Juta ke Ukraina
"Saya akan memberi tahu Anda dengan sangat jelas, keyakinan kami adalah bahwa hanya satu hal yang dapat menghentikan perang agresi ini, dan itu adalah medan perang," imbuh Qassem.
Ia menegaskan, negosiasi tidak langsung tersebut hanya dapat dilanjutkan jika Israel menjamin "perlindungan kedaulatan Lebanon secara penuh, tanpa ada yang kurang," tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































