TOPIK PILIHAN

#UNIFIL

Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Berita terkait

232 artikel
Pentingnya Indonesia Bersikap Tegas
SPESIAL REPORT

Pentingnya Indonesia Bersikap Tegas

Komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian yang sejalan dengan Undang-Undang Dasar tidak perlu dipertanyakan. Selama hampir 70 tahun, komitmen ini dijalankan dan kini Indonesia menjadi salah satu negara terbesar yang menyumbangkan pasukan penjaga perdamaian di bawah naungan PBB.

Indonesia dalam Pasukan Perdamaian di Lebanon, Pasca Gugurnya Tiga Prajurit TNI
SPESIAL REPORT

Indonesia dalam Pasukan Perdamaian di Lebanon, Pasca Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Suasana duka menyelimuti Tarit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir langsung dalam prosesi kedatangan, menegaskan negara akan selalu menghormati jasa para prajurit yang gugur serta memastikan pengorbanan mereka tidak dilupakan bangsa.

Tak Ada Toleransi atas Serangan terhadap Pasukan TNI dalam Misi UNIFIL
ANALISA

Tak Ada Toleransi atas Serangan terhadap Pasukan TNI dalam Misi UNIFIL

Insiden pertama terjadi pada 29 Maret 2026, ketika serangan artileri menghantam posisi kontingen Indonesia di Kota Adshit alQusyar, Lebanon Selatan. Akibatnya, satu prajurit gugur dan tiga lainnya luka-luka. Kemudian dalam 24 jam, insiden kedua menyusul pada 30 Maret 2026 ketika sebuah ledakan menghantam konvoi kendaraan UNIFIL di dekat Bani Hayyan, menyebabkan dua prajurit TNI gugur dan dua lainnya terluka. Pasukan TNI kembali menjadi sasaran pada insiden ketiga yang terjadi pada 3 April 2026, ketika sebuah ledakan terjadi di dalam pos UNIFIL di El Adeisse yang melukai tiga anggota TNI.

Menjadi Suara Perdamaian Indonesia di Lebanon | Lettu Laut (E/W) Uly Rahmatul Lailiya
DEFENSE TALK

Menjadi Suara Perdamaian Indonesia di Lebanon | Lettu Laut (E/W) Uly Rahmatul Lailiya

Ketika membahas misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), banyak orang membayangkan prajurit yang berpatroli di daerah konflik. Namun, keberhasilan sebuah misi perdamaian tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kemampuan membangun komunikasi, menjaga kepercayaan publik, dan menyampaikan informasi secara akurat di tengah situasi yang penuh dinamika.