Wakil Sekjen untuk Misi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix menyatakan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan opsi untuk tetap menjaga stabilitas perdamaian di Lebanon setelah mandat UNIFIL berakhir.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa Israel terus melanggar kesepakatan yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS), dan melakukan serangan di Lebanon Selatan.
Misi Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) menyatakan bahwa serangan militer Israel telah meningkat secara signifikan selama dua minggu terakhir.
Komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian yang sejalan dengan Undang-Undang Dasar tidak perlu dipertanyakan. Selama hampir 70 tahun, komitmen ini dijalankan dan kini Indonesia menjadi salah satu negara terbesar yang menyumbangkan pasukan penjaga perdamaian di bawah naungan PBB.
Pemerintah memutuskan tetap melanjutkan pengiriman Kontingen Garuda (Konga) untuk misi UNIFIL. Kepala Biro Infohan Setjen Kemhan Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan, belum ada keputusan untuk menghentikan partisipasi Indonesia.
Suasana duka menyelimuti Tarit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto hadir langsung dalam prosesi kedatangan, menegaskan negara akan selalu menghormati jasa para prajurit yang gugur serta memastikan pengorbanan mereka tidak dilupakan bangsa.
Insiden pertama terjadi pada 29 Maret 2026, ketika serangan artileri menghantam posisi kontingen Indonesia di Kota Adshit alQusyar, Lebanon Selatan. Akibatnya, satu prajurit gugur dan tiga lainnya luka-luka. Kemudian dalam 24 jam, insiden kedua menyusul pada 30 Maret 2026 ketika sebuah ledakan menghantam konvoi kendaraan UNIFIL di dekat Bani Hayyan, menyebabkan dua prajurit TNI gugur dan dua lainnya terluka. Pasukan TNI kembali menjadi sasaran pada insiden ketiga yang terjadi pada 3 April 2026, ketika sebuah ledakan terjadi di dalam pos UNIFIL di El Adeisse yang melukai tiga anggota TNI.
Ketika membahas misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), banyak orang membayangkan prajurit yang berpatroli di daerah konflik. Namun, keberhasilan sebuah misi perdamaian tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kemampuan membangun komunikasi, menjaga kepercayaan publik, dan menyampaikan informasi secara akurat di tengah situasi yang penuh dinamika.
Enam kapal perang utama di jajaran Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II resmi berganti komandan. Perombakan besar-besaran ini menyasar posisi nakhoda kapal kombatan andalan TNI AL.
Kepala Pusat Kesehatan TNI Angkatan Udara (Kapuskesau) Marsda TNI M. Roikhan Harowi menyambut kedatangan sejumlah personel kesehatan TNI Angkatan Udara yang telah menyelesaikan penugasan dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Puskesau, Mabesau, Jakarta, Senin (8/6).