UNIFIL Catat Serangan Militer Israel Meningkat di Lebanon Selatan

Jakarta, IDM – Misi Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) menyatakan bahwa serangan militer Israel telah meningkat secara signifikan selama dua minggu terakhir.
"Dalam dua minggu terakhir, terjadi peningkatan dalam aktivitas militer Israel di Lebanon Selatan. Antara tanggal 5 dan 16 Agustus, UNIFIL mencatat rata-rata 137 proyektil per hari, termasuk 208 proyektil pada hari Sabtu dan 185 pada hari Minggu," katanya melansir platform X @UNIFIL, Selasa (18/8).
Baca Juga: Menlu AS Ucapkan Selamat HUT RI ke-81
UNIFIL memperingatkan, warga sipil menjadi pihak yang menanggung dampak dari eskalasi yang terus berlangsung tersebut. Sebagian besar terpaksa mengungsi atau mengubah rutinitas harian mereka akibat situasi yang tidak aman dan penuh ketidakpastian.
"Pasukan penjaga perdamaian mempertahankan kehadiran yang nyata melalui kegiatan patroli, pemantauan, pembersihan rute, pengurangan risiko bahan peledak, dan fasilitasi akses kemanusiaan," ujarnya.
UNIFIL pun menegaskan bahwa Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 tetap menjadi kerangka dasar untuk memulihkan stabilitas. Resolusi yang diadopsi pada tahun 2006 ini menyerukan penghentian konflik antara Israel dan Hizbullah, serta penguatan pengerahan tentara Lebanon dan UNIFIL di Lebanon Selatan.
Dalam pernyataan terpisah, Presiden Lebanon Joseph Aoun mendukung perpanjangan mandat UNIFIL, yang akan berakhir pada penghujung tahun 2026 dan penerapan formula yang menjamin keberlanjutan kehadiran pasukan perdamaian di wilayah tersebut.
Baca Juga: Iran Optimis Perundingan dengan Oman soal Hormuz Segera Capai Kesimpulan
Lebanon tengah menjajaki implementasi kerangka kerja yang ditandatangani dengan Israel pada tanggal 26 Juni lalu. Kesepakatan itu menyerukan penarikan bertahap Pasukan Bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) dari seluruh wilayah Lebanon yang diduduki.
Kemudian, Angkatan Bersenjata Lebanon (Lebanese Armed Forces/LAF) akan dikerahkan ke wilayah-wilayah yang ditinggalkan IDF tersebut. Kesepakatan itu juga menyerukan pelucutan senjata "kelompok bersenjata", yang merujuk pada Hizbullah.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































