Para personel TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Satuan Tugas (Satgas) XXIII-S/UNIFIL telah tiba di Indonesia.
Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI melepas keberangkatan Chalk-2 Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) TNI United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) TA 2026 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (29/5).
Misi Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) mengatakan bahwa ketegangan di Lebanon Selatan semakin meningkat dan menyebabkan bertambahnya korban jiwa, terluka maupun ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi.
Wakil Menteri Pertahanan RI Donny Ermawan Taufanto menyatakan bahwa Indonesia terus berkomitmen mengirim pasukan perdamaian atau peacekeeping di bawah bendera United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Selama bertahun-tahun, Indonesia secara konsisten mengirimkan prajurit terbaiknya dalam berbagai misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di berbagai wilayah konflik dunia. Namun di balik atribut blue helmet dan label “peacekeeper”, terdapat realitas operasi yang penuh tekanan, ketidakpastian, dan dinamika konflik yang jauh dari kata sederhana.
Markas Besar TNI memberangkatkan 744 personel untuk mengemban misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Upacara pelepasan personel digelar di Lapangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (21/5).
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini, menegaskan pentingnya kesiapan menyeluruh bagi 742 personel TNI yang akan diberangkatkan dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Pemerintah menegaskan pengiriman 744 prajurit TNI dalam rotasi pasukan perdamaian ke Lebanon akhir Mei 2026 dilakukan dengan pendekatan pertahanan yang lebih adaptif terhadap eskalasi konflik kawasan Timur Tengah.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago dan Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan arahan kepada para prajurit yang akan mengemban misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).