TNI Berangkatkan 744 Personel Pasukan Perdamaian ke Lebanon

Jakarta, IDM – Markas Besar TNI memberangkatkan 744 personel untuk mengemban misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Upacara pelepasan personel digelar di Lapangan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (21/5).
Personel yang diberangkatkan tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Satgas Konga) XXIII-T/UNIFIL, menggantikan Satgas XXIII-S yang habis masa tugasnya.
Baca Juga: TNI AD Kirim Perwakilan ke DPR Bahas RUU Satu Data Indonesia
“Keikutsertaan TNI dalam misi perdamaian dunia merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap profesionalisme prajurit Indonesia,” tutur Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam amanatnya.

Agus menekankan agar seluruh personel menjaga nama baik Indonesia dan Pasukan Garuda selama bertugas di daerah misi dan mematuhi standar operasional prosedur (SOP).
“Meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi serta menjaga moral dan kesehatan selama penugasan,” ujar Agus.
Baca Juga: Mayor Iqbal Hanafi Lakukan Pendekatan Humanis, Warga Hibahkan Tanah 400 Hektar
Kontingen yang berangkat menjalani misi perdamaian di Lebanon terdiri dari 571 prajurit TNI AD, 79 prajurit TNI AL, 63 prajurit TNI AU, dan 31 prajurit Mabes TNI.
Para prajurit sebelumnya telah diberikan pembekalan dari Kementerian Pertahanan RI dan Mabes TNI, khususnya terkait perkembangan dinamika konflik di Lebanon, setelah insiden pada 29-30 Maret 2026 yang mengakibatkan empat personel TNI dari Satgas XXIII-S gugur. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































