DEFENSE TALK

Kisah Prajurit UNIFIL Di Puncak Eskalasi Lebanon – Mayor (Arm) Suseta Setya Dika

Defense Talk – Selama bertahun-tahun, Indonesia secara konsisten mengirimkan prajurit terbaiknya dalam berbagai misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di berbagai wilayah konflik dunia. Namun di balik atribut blue helmet dan label “peacekeeper”, terdapat realitas operasi yang penuh tekanan, ketidakpastian, dan dinamika konflik yang jauh dari kata sederhana.

Dalam episode kali ini, Defense Talk menghadirkan Mayor Arm Suseta Setya Dika, Danramil 06 Kelapa Gading yang sebelumnya pernah bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sebagai Joint Operations Center Reporting and Plan Officer.

Diskusi ini juga membuka perspektif mengenai:

  • Realitas operasi perdamaian modern
  • Tantangan menjaga stabilitas di wilayah konflik
  • Pentingnya koordinasi dan akurasi informasi
  • Serta bagaimana kontribusi prajurit Wadan Wakil Indonesia membangun reputasi TNI di mata dunia internasional.

Karena pada akhirnya, misi perdamaian bukan sekadar simbol diplomasi, tetapi operasi nyata yang menuntut profesionalisme, kesiapan mental, dan kemampuan mengambil keputusan di tengah situasi yang sangat dinamis.

Simak kisahnya hanya di youtube channel @idefensemagz

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.