Arah Transformasi TNI dan Kemandirian Industri Pertahanan Nasional - Khairul Fahmi
Defense Talk – Apakah TNI benar-benar sedang bertransformasi menjadi kekuatan modern yang siap menghadapi konflik abad ke-21? Ataukah transformasi yang kita lihat hari ini masih sebatas perubahan struktur dan positioning strategis?
Dalam episode Defense Talk kali ini, kami membahas secara mendalam arah transformasi pertahanan Indonesia — mulai dari relevansi doktrin Sishankamrata, batalyon teritorial pembangunan, kemandirian industri pertahanan nasional, hingga ambisi Indonesia menuju kekuatan maritim yang lebih besar.
Namun di sisi lain, perkembangan teknologi militer, ancaman multidomain, hingga keterlibatan Indonesia dalam operasi dan diplomasi internasional menuntut orientasi pertahanan yang jauh lebih kompleks dibanding era sebelumnya. Apakah transformasi TNI sudah mengarah ke arah yang tepat?
Oleh karena itu kami mendatangkan seorang pengamat militer, Khairul Fahmi yang merupakan Co-Founder, Institute for Security and Strategic Studies (ISESS)
Simak analisanya hanya di youtube channel @idefensemagz
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.




























































































