INTERNASIONAL

PBB Pertimbangkan Opsi Jaga Stabilitas Lebanon Usai Mandat UNIFIL Berakhir

Joseph Aoun dan Jean-Pierre Lacroix
Presiden Lebanon Joseph Aoun bertemu Wakil Sekjen untuk Misi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix dan jajarannya di Istana Kepresidenan Lebanon. (Foto: Dok. National News Agency Lebanon)

Jakarta, IDM – Wakil Sekjen untuk Misi Perdamaian PBB Jean-Pierre Lacroix menyatakan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan opsi untuk tetap menjaga stabilitas perdamaian di Lebanon setelah mandat UNIFIL berakhir.

Mandat UNIFIL atau pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan, akan berakhir pada penghujung tahun ini, yang berarti akan mengakhiri misi mereka selama hampir 50 tahun.

Baca Juga: Koalisi Saudi Klaim Cegat Rudal Balistik Houthi Menargetkan Riyadh

Hal itu Lacroix ungkapkan ketika bertemu Presiden Lebanon Joseph Aoun di Istana Kepresidenan Lebanon pada Rabu (14/10). Ia menegaskan bahwa tujuan Misi Perdamaian PBB adalah untuk memulihkan stabilitas di Lebanon dan kawasan, serta memulihkan kedaulatan penuh Lebanon.

"Kami percaya PBB masih dapat memainkan peran dalam hal ini. Berdasarkan perspektif inilah Sekjen PBB menyampaikan kepada Dewan Keamanan beberapa opsi mengenai kemungkinan kehadiran PBB yang berkelanjutan setelah berakhirnya mandat Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UN Interim Force in Lebanon/UNIFIL)," ujarnya melansir National News Agency Lebanon, Kamis (15/10).

"Opsi-opsi ini disiapkan berdasarkan apa yang kami dengar dari otoritas Lebanon. Kami percaya bahwa krusial pada tahap ini untuk secara aktif mengikuti diskusi yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan dan mencapai hasil yang terbaik untuk Lebanon dan untuk prospek pencapaian stabilitas," jelasnya.

Baca Juga: Cina Vonis Mati Tiga Anggota Sindikat Online Scam di Myanmar

Sementara, Aoun menyatakan bahwa situasi yang diakibatkan oleh serangan Israel dan pendudukan di Lebanon Selatan, membuat kehadiran UNIFIL sangat penting. Ia telah lama mengusulkan agar mandat perdamaian itu untuk terus berlanjut.

"Penarikan mereka akan menciptakan kekosongan dengan dampak negatif pada situasi keamanan di wilayah tersebut. Lebih jauh lagi, wilayah tersebut akan kehilangan pengawasan internasional atas apa yang terjadi di sana," imbuhnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.