UNHCR: Serangan Israel di Lebanon Langgar Hukum Humaniter Internasional

Jakarta, IDM – Kepala Badan PBB Urusan Pengungsi (UN High Commissioner for Refugees/UNHCR) Filippo Grandi mengatakan bahwa serangan Israel di Lebanon telah melanggar hukum humaniter internasional.
Baca Juga: AS Luncurkan Serangan Udara Terhadap Houthi di Yaman
“Saya telah menyaksikan hari ini korban tragis perang ini yang menimpa seluruh komunitas. Hukum humaniter internasional harus dihormati dan tidak dapat diabaikan," kata Grandi saat bertemu Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati di Beirut pada beberapa waktu lalu, melansir Unhcr.org, Senin (7/10).
Grandi menjelaskan, serangan Israel telah menewaskan ribuan warga sipil dan memaksa lebih dari satu juta orang meninggalkan rumah mereka. Tempat pengungsian sementara PBB di Lebanon pun kewalahan dengan jumlah pengungsi yang terus bertambah.
Baca Juga: Netanyahu Sebut Embargo Senjata ke Israel akan Untungkan Iran
"Mereka tidak boleh membayar harga atas kegagalan besar untuk menemukan solusi politik dan mengakhiri siklus kekerasan yang kejam ini. Sekarang, di saat yang sangat mendesak ini, dunia harus membantu Lebanon.” katanya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































