Ukraina Sebut Konflik Memanas di Bakhmut

Jakarta, IDM – Ukraina akui konflik semakin memanas di salah satu target wilayah utama serangan Rusia selama satu bulan terakhir, yaitu wilayah Bakhmut. Bahkan, pihak Rusia mengklaim telah merebut dua wilayah di kota tersebut.
Dilansir dari Al Jazeera, Senin (17/4), juru bicara komando militer timur Ukraina Serhiy Cherevatyi mengatakan bahwa pasukan mereka terus mempertahankan setiap titik wilayah Bakhmut. Perang itu diakui menjadi pertempuran paling mematikan bagi kedua belah pihak.
Baca Juga: Korut Uji Coba Hwasongpho-18, Rudal Terbaru Berbahan Bakar Padat
"Pertempuran berdarah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa dekade terakhir terjadi di tengah daerah perkotaan kota itu. Tentara kami melakukan segalanya dalam pertempuran berdarah dan sengit untuk menghancurkan kemampuan tempur musuh,” ujarnya.
Pernyataan Cherevatyi muncul setelah Kementrian Pertahanan Rusia menyebutkan tujuan mereka untuk merebut Kota Bakhmut, khususnya dua wilayah di utara dan selatan telah tercapai. Ditambah lagi, mereka berencana untuk menambah unit pasukan terjun payung untuk mempertahankan wilayah tersebut.
"Unit penyerangan Wagner telah berhasil maju, merebut dua distrik di pinggiran utara dan selatan kota," ujar Kementrian Pertahanan Rusia.
Baca Juga: Cina Tegaskan Tidak akan Pernah Kirim Senjata ke Pihak Terlibat Konflik Ukraina
Hingga saat ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy belum memberikan tanggapan terkait keadaan di Bakhmut. Dalam video terbaru yang diunggah ke laman president.gov.ua pada Minggu (16/7), ia hanya menegaskan keinginan Ukraina untuk mengusir seluruh pasukan Rusia dari wilayahnya. Ia turut memberikan semangat kepada warganya yang terus berjuang bersama demi menciptakan ‘kemerdekaan independen.’
“Kegelapan tidak bisa menaungi semangat kami, keinginan untuk kebebasan, cinta untuk tanah air kami, dan kesiapan untuk mempertahankannya. Kami tidak hanya menunggu dan bertanya, kami menciptakan kemerdekaan independen," ujarnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































