Korut Uji Coba Hwasongpho-18, Rudal Terbaru Berbahan Bakar Padat

Jakarta, IDM – Korea Utara (Korut) mengklaim telah lakukan uji coba rudal balistik antarbenua yang menggunakan bahan bakar padat. Rudal yang baru dikembangkan itu diberi nama Hwasongpho-18 dan disebut sebagai persenjataan nuklir paling kuat Korut.
Dilansir dari KCNA, laman media pemerintahan Korut, Jumat (14/4), Presiden Kim Jong Un turut mengawasi langsung uji coba yang dilakukan pada Kamis (13/4). Rudal ini dinilai akan meningkatkan kemampuan serangan balik dalam menghadapi ancaman eksternal yang diciptakan oleh lawan.
Baca Juga: Cina Peringatkan AS dan Filipina yang Gelar Latihan Bersama Dekat Wilayah Sengketa
“Pengembangan ICBM Hwasongpho-18 tipe baru akan secara ekstensif mereformasi komponen pencegahan strategis Korut, mempromosikan efektivitas postur serangan balik nuklir dan membawa perubahan dalam strategi militer ofensif,” demikian dilaporkan KCNA.
Kim pun berjanji untuk memaksimalkan kemampuan persenjataan nuklir negaranya di tengah tindakan provokatif yang memicu ketidakstabilan keamanan di kawasan Semenanjung Korea. Pernyataan ini merujuk pada serangkaian latihan militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) yang dianggap sebagai latihan invasi untuk mendorong perluasan postur militer.
“Kim Jong Un akan mempercepat pengembangan sistem senjata menjadi lebih maju dan kuat. Ini adalah kebijakan konsisten pemerintah untuk menanggapi ancaman militer dan situasi keamanan yang memburuk di Semenanjung Korea,” tambahnya.
Baca Juga: FBI Tangkap Terduga Pembocor Dokumen Rahasia Perang
Korut telah menguji berbagai rudal balistik antarbenua sejak 2017, namun rudal sebelumnya hanya ditenagai oleh mesin berbahan bakar cair. Sementara, rudal dengan propelan padat memiliki tenaga luncur yang lebih besar dan cepat sehingga membuatnya lebih sulit untuk dideteksi lawan.
“Kemampuan rudal ini jauh lebih responsif di saat krisis dan Ini adalah terobosan yang signifikan bagi Korut, tetapi bukan yang tidak terduga,” ujar Ankit Panda, analis di Carnegie Endowment for International Peace yang berbasis di AS melansir AP. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































