Ukraina akan Bahas Kesepakatan Mineral untuk Jamin Dukungan AS

Jakarta, IDM – Ukraina berencana mengirim tim negosiator ke Amerika Serikat (AS) untuk membahas kesepakatan terkait sumber daya mineral, di tengah tersendatnya gencatan senjata dengan Rusia.
Wakil Perdana Menteri Ukraina Yulia Svyrydenko mengatakan bahwa pihaknya akan pergi ke Washington untuk melanjutkan negosiasi mengenai kesepakatan mineral yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump. Para negosiator mencakup perwakilan dari berbagai kementerian termasuk ekonomi, luar negeri dan keuangan.
Baca Juga: Korut Diyakini Telah Kirim Ribuan Pasukan Tambahan ke Rusia Tahun Ini
Kesepakatan mineral AS-Ukraina dianggap krusial demi mempertahankan dukungan AS. Trump menilai kesepakatan yang akan mengizinkan AS untuk mengakses mineral Ukraina itu juga akan mendukung keamanan dan rekonstruksi Ukraina pascaperang.
"Minggu ini, Ukraina akan mengirim delegasi ke Washington untuk melanjutkan negosiasi perjanjian strategis dengan AS terkait sumber daya alam yang penting," tulis Svyrydenko melalui platform X, Selasa (8/4).
Baca Juga: Presiden Ukraina Ingin AS Tegas Hadapi Tuntutan Rusia
"Dialog ini mencerminkan kepentingan strategis kedua negara dan komitmen bersama kita untuk membangun kemitraan yang kuat dan transparan. Kami bermaksud untuk menyelaraskan pemilihan proyek, kerangka hukum, dan mekanisme investasi jangka panjang," sambungnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































