Trump Sebut Tahap Kedua Rencana Damai Gaza Dimulai

Jakarta, IDM – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa tahap kedua perjanjian damai Israel-Hamas dimulai. Hal ini ia ungkapkan setelah Hamas membebaskan 20 tawanan Israel yang masih hidup pada beberapa waktu lalu.
"Kedua puluh sandera telah kembali dan merasa sebaik yang diharapkan. Beban berat telah terangkat, tetapi pekerjaan belum selesai. Korban tewas belum dikembalikan, seperti yang dijanjikan! Fase Kedua dimulai sekarang juga!" ungkapnya melalui platform Truth Social, Rabu (15/10).
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza
Berdasarkan kesepakatan, Israel menuntut agar 28 korban konflik dikembalikan ke Tel Aviv. Namun, sejauh ini baru delapan jenazah dan empat diantaranya telah diungkapkan identitasnya.
Menurut ICRC, proses pengembalian seluruh jenazah ini akan membutuhkan waktu lama. Bahkan, beberapa belum ditemukan karena sulitnya pencarian di bawah reruntuhan. Sementara, Israel telah mengembalikan 45 tawanan yang tewas ke Gaza.
Baca Juga: ICRC: Pemulangan Jenazah Tawanan Konflik Israel-Hamas Butuh Waktu Lama
Adapun, tahap kedua kesepakatan ini menyerukan pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza, pasukan multinasional, dan pelucutan senjata Hamas. Proposal ini mendapat dukungan banyak negara, yang turut hadir dalam KTT 'Peace 2025' di Sharm el-Sheikh, Mesir. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































